Senin 16 Mar 2020 17:21 WIB

Dubai dan New York yang Kini Sunyi

Area publik di Dubai dan New York ditutup untuk cegah penyebaran corona.

Seorang pria menarik gerai makanannya melewati jalanan yang sepi dekat Times Square, New York, Senin (16/3) waktu Indonesia. Wali Kota New York mengumumkan penutupan restoran dan tempat publik lainnya akibat merebaknya virus corona jenis baru.
Foto: AP/Wong Maye-E
Seorang pria menarik gerai makanannya melewati jalanan yang sepi dekat Times Square, New York, Senin (16/3) waktu Indonesia. Wali Kota New York mengumumkan penutupan restoran dan tempat publik lainnya akibat merebaknya virus corona jenis baru.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Puti Almas, Antara

Daftar kota besar di dunia yang kian sunyi terus bertambah. Meski tidak melakukan pengurungan kota atau lockdown kota seperti Dubai dan New York menutup sejumlah area publiknya.

Baca Juga

Departemen Pemasaran Pariwisata dan Perdagangan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) memberi tahu semua hotel untuk menutup semua bar, pub, lounge, kolam renang, pantai mulai pada Senin (16/3). Penutupan akan dilakukan hingga akhir bulan atau pemberitahuan lebih lanjut. Kebijakan diambil menyusul pandemi virus corona jenis baru (Covid-19) yang sedang terjadi.

Virus corona jenis baru yang mengakibatkan infeksi Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, China pada Desember 2019. Sejak itu, infeksi terus meluas secara global, bahkan di saat angka kasus menurun di Negeri Tirai Bambu sejak pertengahan Februari, peningkatan terjadi secara signifikan di banyak negara lainnya.

Tercatat jumlah kasus virus corona jenis baru yang terkonfirmasi di luar China meningkat. Yakni naik 10.955 kasus menjadi 72.469 dalam 24 jam terakhir, hingga pukul 10.00 waktu Eropa Tengah pada Ahad (15/3). Laporan ini dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Laporan menunjukkan total 153.517 kasus Covid-19 secara global. Di luar China, 333 pasien meninggal akibat virus corona jenis baru, menambah jumlah akumulasi kematian menjadi 2.531.

Terdapat sembilan negara dan wilayah terbaru yang melaporkan kasus pertama Covid-19. Ini menambah jumlah negara yang terjangkit corona di dunia, yaitu menjadi 144 negara.

Di Timur Tengah, Iran menjadi salah satu negara yang terdampak secara besar, sekaligus menjadi negara ketiga dengan kasus Covid-19 terbesar di dunia, dengan jumlah yang dikonfirmasi lebih dari 5.823 dan 145 kematian. Virus corona jenis baru kemudian terus meluas di kawasan tersebut dan dikonfrimasi diantaranya di Mesir, UEA, Kuwait, Bahrain, Irak, Lebanon, Israel, Palestina, Aljazair, Oman, Qatar, Arab Saudi, Afghanistan, Maroko, dan Tunisia, dikutip dari Al Arabiya.

Mulai besok (17/3), Uni Emirat Arab juga tidak akan menerbitkan Visa ke turis internasional. Pengecualian namun diberikan ke pemegang paspor diplomatik.

Federal Authority for Identity And Citizenship Uni Emirat Arab mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah WHO menyatakan virus corona jenis baru sebagai pandemi. Kebijakan tidak menerbitkan Visa baru namun tidak berlaku kepada pemilik Visa masuk Uni Emirat Arab sebelum tanggal 17 Maret 2020.

photo
Petugas berjalan melalui tempat parkir yang biasanya penuh di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (16/3). Warga Dubai memilih berada di rumah akibat pandemi virus corona. - (AP Photo/Jon Gambrell)

Satu lagi kota yang akan sunyi akibat corona adalah New York. Kota yang tidak pernah tidur itu dipastikan akan beristirahat sejenak.

Wali Kota New York, Bill de Blasio, telah memerintahkan restoran terkenal, bioskop, bar, dan tempat-tempat pemutaran film untuk tutup sementara sebagai upaya memperlambat penyebaran virus corona. Setiap restoran, bar, atau kafe yang menjual makanan hanya akan dapat melakukannya melalui pengiriman atau dibawa pulang, menurut Wali Kota, dikutip dari Reuters.

"Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui interaksi dekat yang dimiliki warga New York di restoran, bar, dan tempat-tempat di mana kita duduk berdekatan," kata de Blasio. "Kita harus memutus siklus itu."

Menurut dia, kebijakan itu bukan keputusan yang mudah. "Tempat-tempat ini adalah bagian dari hati dan jiwa kota kami. Mereka adalah bagian dari apa artinya menjadi warga New York," katanya.

"Tetapi kota kita menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kita harus menanggapinya dengan mentalitas seperti masa perang," ujar de Blasio.

Tidak ada kabar tentang berapa lama bisnis akan tetap ditutup. Kantor wali kota tidak segera menanggapi permintaan untuk rincian lebih lanjut tentang perintah eksekutif, yang akan diumumkan de Blasio pada Senin.

Lebih dari 50.000 restoran di New York diperkirakan akan ditutup pada Selasa (17/3) pukul 09.00 pagi. Menurut National Restaurant Association, restoran menyumbang lebih dari 51 miliar dolar AS untuk pendapatan tahunan dan memiliki lebih dari 800.000 karyawan.

"Kita akan melalui ini, tetapi sampai kita melakukannya, kita harus melakukan pengorbanan apa pun yang diperlukan untuk membantu sesama warga New York," kata de Blasio.

Sebelum ada perintah wali kota, seorang polisi New York terlihat di lingkungan East Village, pilar kehidupan malam kota, memberi tahu pelanggan bar dan restoran untuk bubar dan pulang. Beberapa bisnis tutup toko tak lama setelah itu.

Sejumlah perusahaan eceran besar asal Amerika Serikat (AS), termasuk penyedia perlengkapan olahraga Nike, juga mulai menutup tokonya. Gerai-gerai penjualan Nike di Kanada, Eropa Barat, Australia, dan Selandia Baru rencananya ditutup mulai 16 hingga 27 Maret 2020, menurut perusahaan itu melalui sebuah pernyataan. Sementara gerai di Korea Selatan, Jepang, sebagian besar China, dan sejumlah negara lainnya justru masih beroperasi seperti biasa.

Perusahaan pakaian olahraga Under Armour juga menyatakan akan menutup seluruh gerai di Amerika Utara mulai Senin hingga sekitar dua pekan ke depan. Lululemon Athletica, perusahaan serupa dari Kanada, melakukan hal yang sama terhadap gerai di Amerika Utara dan Eropa.

Di seluruh AS, Nike dan Lululemon mempunyai lebih dari 650 gerai. Sedangkan Under Armour mengoperasikan hampir 190 gerai di Amerika Utara, menurut laporan tahunan terakhir perusahaan tersebut.

Pandemi Covid-19, telah lebih dahulu memaksa penutupan sekolah serta menghentikan kegiatan dan pertandingan olahraga di AS. Terhentinya kegiatan menurunkan penjualan gerai perusahaan-perusahaan eceran. Kondisi ini terjadi setelah pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap tinggal di rumah.

Akan tetapi, penjualan secara daring masih terus dilakukan. Sebelumnya, pada awal bulan ini Nike menutup sementara kantor pusat perusahaan wilayah Eropa di Belanda setelah mendapati seorang pegawai terinfeksi virus corona.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement