Ahad 01 Mar 2020 22:50 WIB

BPBD Banjarnegara Masih Tunggu Rekomendasi Tim Geologi

BPBD Banjarnegara menunggu rekomendasi tim geologi soal penanganan longsor.

Longsor di Banjarnegara
Foto: Dok: Rumah Zakat
Longsor di Banjarnegara

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara masih menunggu rekomendasi tim geologi terkait dengan penanganan bencana longsor di Desa Majatengah, Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Kami masih menunggu rekomendasi dari tim geologi mengenai penanganan jangka panjang yang perlu dilakukan di lokasi longsor Desa Majatengah, Kecamatan Banjarmangu," jelas Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arief Rahman di Banjarnegara, Ahad (1/3).

Sementara itu, sebut dia bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya telah mendatangkan tim geologi dari Bandung ke lokasi longsor di Desa Majatengah.

Dia mengemukakan pihaknya mendatangkan tim geologi guna mendapatkan rekomendasi mengenai penanganan jangka panjang terbaik yang harus dilakukan di lokasi longsor tersebut.

"Yang kita perlukan adalah rekomendasi untuk jangka panjang, misalkan apakah perlu relokasi warga atau apakah perlu melakukan perkuatan lereng dan lain sebagainya," tambahnya.

Dengan adanya rekomendasi tim ahli, kata dia diharapkan langkah penanganan yang akan dilakukan bisa berjalan secara tepat sasaran.

Sementara itu dia juga menyebutkan bahwa longsor di Desa Majatengah terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah itu pada Kamis (20/2). "Longsor telah menyebabkan lima rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa rumah lainnya terancam," ujarnya.

Selain itu, dia kembali mengingatkan warga di sekitar lokasi longsor untuk tetap mewaspadai kemungkinan longsor susulan menyusul tingginya curah hujan di wilayah setempat. Dia mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG curah hujan masih akan tinggi hingga beberapa waktu ke depan.

Dia juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada BPBD apabila menemukan tanda-tanda rekahan tanah di wilayahnya masing-masing. Dia mengatakan BPBD Banjarnegara menyiagakan posko 24 jam guna mengantisipasi kejadian bencana selama puncak musim hujan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement