Sabtu 22 Feb 2020 02:02 WIB

Masyarakat Aceh Siapkan Rekomendasi Bidang Agama ke Presiden

Masyarakat Aceh akan menyerahkan rekomendasi terkait pembangunan ke presiden.

Rep: Agus Raharjo/ Red: Bayu Hermawan
Gladi bersih Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Bireun, Aceh.
Foto: Agus Raharjo
Gladi bersih Kenduri Kebangsaan di Kabupaten Bireun, Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, BIREUEN -- Masyarakat Aceh dari berbagai bidang akan menyerahkan rekomendasi hasil kajian terkait pembangunan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (22/2) esok. Lebih dari 24 akademisi dari berbagai kampus di Aceh dan ulama sudah menyiapkan rekomendasi dalam bidang agama.

Penyerahan rekomendasi rencananya akan dilakukan saat Kenduri Kebangsaan yang digelar di Yayasan Sukma, di Bireuen, Aceh. Direktur Eksekutif Yayasan Sukma Ahmad Baedowi mengaku rekomendasi yang akan diserahkan ke Presiden merupakan hasil kajian dan diskusi dayah (himpunan ulama aceh), unsur pemerintah, akademisi Aceh dan Forum Besar Anggota Legislatif Aceh.

Baca Juga

"Namanya rekomendasi akademik Kenduri Kebangsaan," tutur Baedowi di Bireuen, Aceh (21/2) petang.

Baedowi mengaku, rekomendasi paling banyak yang akan diserahkan ke Presiden Jokowi terkait bidang agama. Baedowi mengklaim, rekomendasi bisa ditindaklanjuti langsung Menteri Agama Fachrul Razi yang juga putra asli Aceh. Ia membocorkan salah satu rekomendasi adalah terkait pembangunan pusat studi Islam moderat di Aceh.

"Jadi ada ide-ide misalkan, bagaimana di Aceh ini ingin dibuat pusat studi Islam moderat. Itu usul dari masyarakat Aceh, akademisi Aceh," ujar Baedowi.

Ia menambahkan, rekomendasi ini bukan usulan yang sulit diimplementasikan. Sebab, salah satu kampus di Aceh siap untuk merealisasikan pembangunan pusat studi Islam moderat. Menurut Baedowi, rekomendasi pusat studi Islam moderat di Aceh berdasarkan kajian pelaksanaan nilai Islam di wilayah ini sejak abad 15 silam.

Dalam kajiannya, Islam di Aceh sangat heterogen. "Nilai-nilai ini seakan dilupakan oleh beberapa kalangan yang menganggap Aceh itu eksklusif karen ada syariah. Sebetulnya bukan itu," tegas Baedowi.

Melalui rekomendasi ini, masyarakat Aceh berharap pandangan seluruh pihak tak lagi keliru terkait nilai-nilai Islam di Aceh." Kalau berbasis histori buku apapun yang dibuka, pasti menunjukkan orang Aceh itu sangat heterogen, sangat terbuka, sangat toleran," ujar Baedowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement