Jumat 21 Feb 2020 04:50 WIB

Dikorupsi, Kas Infak Masjid Raya Sumbar Tinggal Rp 5 Juta

Pengurus Masjid Raya Sumbar kaget kas hanya tersisa Rp 5 juta.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Teguh Firmansyah
Masjid Raya Sumbar
Foto: Febrian Fachri/Republika.co.id
Masjid Raya Sumbar

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG --  Uang Masjid Raya Sumatra Barat diduga digelapkan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak tanggung-tanggung uang yang dikorupsi mencapai Rp 862 juta.

Ketua Pengurus Masjid Raya Sumbar Yulius Said mengatakan dirinya sudah melaporkan kasus penyelewengan uang infak dan sedekah jamaah ini ke Polresta Padang pekan lalu. Saat mengajukan laporan pertama, Yulius diminta Polres buat melengkapi kekurangan berkas pelaporan.

Baca Juga

Bila sudah menerima kelengkapan berkas yang dibantu oleh pihak Biro Bintal dan Kesra, Yulius akan segera mengajukan laporan kepada Polresta Padang terkait perbuatan YRN.

"Pekan lalu saya sudah pergi ke Polresta dan membawa data-data yang sudah. Karena Polres bilang belum lengkap lalu saya sampaikan ke Biro Bintal, setelah dilengkapi Biro Bintal nanti saya akan laporkan lagi," ucap Yulius di Kantor Masjid Raya Sumbar.

Yulius menceritakan awalnya ia kaget karena mendapat pemberitahuan dari Syaifullah kalau saldo di rekening milik Masjid Raya Sumbar hanya tersisa Rp 5 juta. Padahal jumlah yang kas masjid yang dilaporkan Yulius kepada jamaah di hari Jumat ketika di awal Maret tersebut masih di angka Rp 862 juta.

"Sepertinya uang infak dan sedekah jamaah ini tak pernah disetorkan (YRN) ke bank," ujar Yulius.

Yulius menyebut sejak Masjid Raya Sumbar mulai aktif, pengelolaan keuangan masjid memang berada di pemerintah provinsi dalam hal ini Biro Bintal dan Kesra. Pengurus masjid hanya tahu bersih mengenai kebutuhan belanja masjid dan uang operasioal lainnya.

Selama ini menurut Yulius pihaknya tidak menaruh kecurigaan kepada YRN karena setiap kali pengurus mengajukan pencairan dana buat kebutuhan operaisonal masjid selalu lancar.

Sejak ketahuan adanya penyelewengan yang dilakukan YRN, kini pengelolaan keuangan Masjid Raya Sumbar diambil alih oleh pengurus masjid.

"Biasanya uang infak dan sedekah jamaah ini memang langsung dibawa ke Biro Bintal dan Kesra. Yang menghitung mereka. Di kami memang tidak sama sekali bersentuhan selain memungut dari jamaah," kata Yulius menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement