Rabu 19 Feb 2020 17:27 WIB

Pusri Jamin Stok Pupuk untuk Petani Lampung, Aman

Kehadiran NPK produksi Pusri juga mendukung program ketahanan pangan nasional.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Agus Yulianto
Pupuk Pusri
Foto: antarafoto
Pupuk Pusri

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Memasuki musim tanam tahun 2020, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) menjamin stok pupuk subsidi dan nonsubsisi bagi petani di wilayah Provinsi Lampung aman. Stok pupuk urea dan NPK produksi Pusri mencukupi untuk kebutuhan petani di Lampung.

“Petani di Lampung jangan khawatir (kehabisan atau kelangkaan) pupuk. Stok di Lampung aman,” kata Manajer Area PT Pusri Lampung Taufiek pada pertemuan dengan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Bandar Lampung, Rabu (19/2).

Menurut Taufiek, stok pupuk di gudang milik PT Pusri di Lampung mencapai 310.745 ton, sedangkan alokasi pupuk urea bersubsidi untuk disebar di wilayah Lampung sebanyak 314.087 ton.

Dia mengatakan, selain menyalurkan pupuk urea bersubsidi, PT Pusri juga berkewajiban mendistribusikan pupuk nonsubsidi kepada petani di Lampung. “Pusri berkomitmen memenuhi kebutuhan dan pasokan pupuk nonsubsidi di Lampung,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, PT Pusri telah memiliki pabrik pupuk NPK sebagai wujud dari strategi bisnis perusahaan untuk menghadapi kompetisi bisnis di bidang perpupukan. Kehadiran NPK produksi Pusri juga mendukung program ketahanan pangan nasional. Saat ini, PT Pusri terus meningkatkan kinerja untuk ketersediaan dan pendistribusian pupuk subsidi dan nonsubdisi lewat sinergi dengn Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, program unggulan Pemprov Lampung masa kepemimpinannya yakni menyiapkan pupuk bersubsidi untuk mensukseskan Program Kartu Petani Berjaya (KPB). Pemprov Lampung telah siap menggandengan PT  Pupuk Indonesia, PT Pupuk Petrokimia, dan PT Pupuk Sriwidjaja pada akhir tahun 2019.

Arinal mengatakan, ketersediaan pupuk bersubsidi merupakan persoalan utama bagi petani di Lampung, karena memasuki musim tanam pertani banyak membutuhkan pupuk subsidi, namun ketersediaan pupuk subsidi kosong atau tidak tersedia.

Begitu sebaliknya, setelah masa musim tanam selesai, stok pupuk urea bersubsidi melimpah. Padahal, petani telah membeli pupuk nonsubsidi selama ketersediaan pupuk subsidi kosong. Untuk menjaga kestabilan dan keamanan pasokan pupuk bersubdidi, Program KPB menjadi solusi agar petani mendapat kepastian pasokan pupuk pada musim tanam.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement