Selasa 11 Feb 2020 15:05 WIB

Kubu Mulfachri: Kami Masuk, Lalu Diserbu Sekitar 50 Orang

Kubu Mulfachri menyebut ada 30 orang terluka akibat insiden di Kongres PAN itu.

Keributan hingga lempar kursi terjadi dalam Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Keributan hingga lempar kursi terjadi dalam Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas mengatakan ada sebanyak 30 peserta Kongres yang merupakan pendukung calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap terluka diserang sekelompok orang di Ruang Sidang Utama Kongres PAN di Ballroom Hotel Claro Kendari.

Dia mengatakan 30 orang tersebut sedang dalam perawatan untuk penyembuhan di sebuah ruangan di Hotel Claro, Kendari.

Baca Juga

"Setelah skorsing dicabut, kami masuk lalu kami diserbu. Ada sekitar 50 orang yang menyerbu melalui tangga belakang lalu ke atas," kata Asri Anas di Hotel Claro, Kendari, Selasa.

Dia mengatakan dari 30 orang yang terluka itu kebanyakan berdarah di bagian kepala karena terkena lemparan kursi. Namun, ia enggan menyebut nama-nama orang yang terluka tersebut.

 

Asri menjelaskan pihaknya tidak pernah membuat masalah. Mereka hanya meminta semua peserta untuk disterilkan dari Ruang Rapat Utama Kongres dan jangan ada orang yang bukan pemilih masuk.

"Dan kami meminta ada verifikasi peserta Kongres yang sudah jadi keputusan SC namun mereka tidak mau keluar dari ruangan. Begitu kondisinya," ujarnya.

Dia meminta orang yang bisa masuk ruangan Kongres adalah peserta Kongres PAN karena buktinya selama di dalam Ruang Rapat Utama, yang mengacaukan adalah bukan peserta.

Koordinator Konsolidasi Lapangan Tim Pemenangan Mulfachri-Hanafi itu meminta agar aparat keamanan koordinasi untuk mengosongkan ruang sidang dan semua pihak harus menjunjung tinggi sportivitas dalam kontestasi.

sumber : Antara
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement