REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Ketua Panitia atau Steering Comittee (SC) Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan akan berusaha mengakomodasi dan menampung para peserta kongres di lokasi. Sebelumnya sempat terjadi kericuhan, yang disebabkan oleh sejumlah orang yang tak mendapatkan identitas peserta kongres.
"Kami tadi berupaya melayani sebaik-baiknya dan sekarang untuk tetap bisa menampung kehadiran mereka," ujar Eddy di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2).
Ia menjelaskan, untuk saat ini panitia melakukan pendataan peserta dengan cara manual. Sebab, lima laptop yang diperuntukan untuk membantu panitia dirampas oleh sekelompok oknum.
"Kami bertekad untuk memperpanjang proses pendaftaran itu apakah sampai tengah malam ini atau sampai dengan esok hari," ujar Eddy.
Oknum yang melakukan keributan, kata Eddy, merupakan pengurus DPW atau DPD yang tak terima dirinya diganti sebelum kongres. Pihak SC pun sudah melakukan rapat untuk membahas status mereka.
"Nanti baru bisa kita sampaikan setelah saya menandatangani keputusan itu bersama di SC," ujar Eddy.
Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh peserta untuk rukun dan bersatu saat Kongres V PAN ini. Pihak SC dan OC juga disebutnya memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan even lima tahunan ini.
"Itu dilakukan secara membahagiakan, menyenangkan bagi semua pihak karena ini adalah puncak dari pesta demokrasi kita di internal partai," ujar Eddy.




