Jumat 31 Jan 2020 15:58 WIB

Tol Bali Kini Dilengkapi Fasilitas Isi Daya Mobil Listrik

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) baru saja diresmikan di tol Bali.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nora Azizah
PT Jasamarga Bali Tol (JBT) dengan PT PLN (Persero), dan PT Opinteh Djojo Indo sudah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ruas tol tersebut (Foto udara jalan Tol Bali)
Foto: Antara/Fikri Yusuf
PT Jasamarga Bali Tol (JBT) dengan PT PLN (Persero), dan PT Opinteh Djojo Indo sudah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ruas tol tersebut (Foto udara jalan Tol Bali)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini pengguna kendaraan listrik bisa mengisi daya kendaraannya di Tol Bali Mandara. PT Jasamarga Bali Tol (JBT) dengan PT PLN (Persero), dan PT Opinteh Djojo Indo sudah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ruas tol tersebut.

Direktur Utama PT JBT, Enkky Sasono, mengatakan, sementara ini fasilitas SPKLU tersebut baru tersedia satu unit. Hanya saja, Enkky mengharapkan SPKLU lainnya bisa terbangun di semua area pintu masuk Jalan Tol Bali Mandara.

Baca Juga

“Jadi, ke depan kita lihat dahulu penetrasi mobil listrik di Bali seperti apa,” kata Enkky, Kamis (30/1).

Dia menjelaskan saat ini ekosistem mobil listrik, khususnya di Bali, belum berkembang secara signifikan. Meskipun begitu, dia memastikan, pembangunan SPKLU tersebut dapat menjadi langkah konkret terhadap regulasi pemerintah pusat dan daerah.

Saat ini pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Perpres tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Bali melalui penerbitan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Pergub Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Kita membiasakan suatu yang baru. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi perlu kami tegaskan, ini adalah sebuah langkah awal dalam mendukung apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah,” jelas Enkky.

Untuk selanjutnya, Enkky memastikan PT JBT juga akan mengembangkan sumber-sumber energi baru untuk transportasi yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, energi sel surya atau matahari bisa menjadi sumber energi baru.

Untuk mengembangkan teknologi berbahan baku matahari, dia memastikan sudah melakukan serangkaian riset dan inovasi berkelanjutan. Rencananya, PT JBT akan menggunakan teknologi sel surya di sepanjang jalur motor pada Jalan Tol Bali Mandara.

"Selain menyediakan listrik yang bersumber dari sel surya, teknologi ini juga dapat melindungi pengguna motor dari terpaan angin," ungkap Enkky.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement