Senin 27 Jan 2020 14:17 WIB

Jokowi Jajal Kapal Selam Produksi Indonesia KRI Alugoro-405

KRI Alugoro-405 merupakan kapal selam yang diproduksi putra putri Indonesia.

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani
Kapal selam KRI Alugoro-405 saat siap diresmikan pengoperasiannya, di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/4/2019).
Foto: Antara/Zabur Karuru
Kapal selam KRI Alugoro-405 saat siap diresmikan pengoperasiannya, di Dermaga Fasilitas Kapal Selam PT PAL di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke sentra produksi PT PAL Indonesia (Persero) di Kota Surabaya. Di lokasi ini Presiden meninjau kapal selam KRI Alugoro-405 yang merupakan kapal selam yang diproduksi putra putri Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Jokowi dan rombongan tiba di pabrik PT PAL pukul 10.30 WIB. Presiden langsung melakukan tinjauan didampingi jajaran direksi PT PAL dan menjajal masuk ke dalam kapal selam Alugoro.

Kapal selam Alugoro merupakan unit ketiga dari batch pertama kerja sama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Keberhasilan pembangunan kapal selam Alugoro menjadikan Indonesia satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.

Presiden juga menuju hanggar fasilitas produksi kapal selam untuk meninjau panel overhaul kapal selam KRI Cakra-401. Setelahnya, Jokowi memimpin rapat terbatas tentang kebijakan pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista).

Usai santap siang bersama, Presiden akan menuju Wahana Ekspresi Poesponegoro, Kabupaten Gresik, untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Selepas itu, Presiden akan menuju Bandara Internasional Juanda untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.

Turut menyertai Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu turut pula Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, serta Staf Khusus Presiden M Fadjroel Rachman dan Putri Tanjung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement