Senin 20 Jan 2020 21:58 WIB

Perkawinan Anak Masih Jadi Masalah Serius di Kalteng

Pemerintah Kalteng berupaya melakukan edukasi cegah perkawinan anak.

Pemerintah Kalteng berupaya melakukan edukasi cegah perkawinan anak. Cincin perkawinan.  (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pemerintah Kalteng berupaya melakukan edukasi cegah perkawinan anak. Cincin perkawinan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKA RAYA— Tingginya angka pernikahan anak di Kalimantan Tengah masih menjadi persoalan serius.  

"Permasalahan utama di Kalteng adalah tingginya angka perkawinan usia anak," kata Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, dalam sambutannya pada pelantikan Kepala BKKBN Kalteng dibacakan Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri di Palangka Raya, Senin (20/1).

Baca Juga

Selain tingginya angka perkawinan usia anak, permasalahan utama lainnya meliputi stunting atau gagal tumbuh, kematian ibu dan anak, serta narkoba. 

Pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan, berpartisipasi menyelesaikan keempat masalah krusial tersebut. Berbagai upaya harus dilakukan untuk menanggulangi permasalahan itu, seperti upaya preventif yang dimulai dengan sosialisasi dan pembinaan dalam keluarga. Sebab keluarga merupakan wahana yang pertama dan utama membekali anak-anak tentang akhlak maupun budi pekerti.

"Apabila anak-anak dibekali dengan akhlak dan budi pekerti yang baik, maka insya Allah mereka akan tumbuh menjadi generasi tangguh, serta berkualitas dalam menghadapi persoalan-persoalan di masyarakat maupun diri sendiri," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng yang baru yakni Muhammad Irzal, memberikan perhatian lebih terhadap generasi muda di wilayah setempat, utamanya yang berkaitan dengan empat permasalahan utama tersebut.

Pihaknya percaya dan meyakini, BKKBN Kalteng memahami kondisi wilayah setempat dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, agar setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan bersinergi dalam mewujudkan Kalteng Berkah atau bermartabat, elok, religius, kuat, amanah serta harmonis.

"Apabila sinergi telah terbangun antara satu dan lainnya, tentu setiap program dan kegiatan yang telah disusun dapat terlaksana secara efektif serta efisien," ungkapnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, BKKBN Kalteng maupun instansi vertikal lainnya, diharapkan mampu berpartisipasi secara optimal, untuk mewujudkan pembangunan di segala bidang secara merata, termasuk pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement