Senin 20 Jan 2020 17:59 WIB

Lapas Nunukan Ditata Jadi Destinasi Wisata Agro dan Edukasi

Lapas Nunukan sedang dalam tahap penataan menjadi destinasi wisata agro dan edukasi.

Ilustrasi wisata agro dan edukasi. Lapas Nunukan sedang dalam tahap penataan menjadi destinasi wisata agro dan edukasi.
Foto: Republika/Dedy Darmawan
Ilustrasi wisata agro dan edukasi. Lapas Nunukan sedang dalam tahap penataan menjadi destinasi wisata agro dan edukasi.

REPUBLIKA.CO.ID, NUNUKAN -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, kini mulai menata kawasannya untuk dijadikan salah satu destinasi wisata agro dan edukasi. Kalapas Kelas IIB Nunukan, Pujiono Slamet di Nunukan, menjelaskan kawasan wisata yang dirancangnya ini sedang dalam tahap penataan. Lokasi di lahan perkebunan yang berada di sekitar Lapas Nunukan.

"Sekarang kami sedang membuat kawasan wisata di sekitar Lapas (Nunukan) ini untuk wisata agro dan edukasi," kata dia di Nunukan, Senin.

Baca Juga

Kawasan wisata agro dan edukasi ini memanfaatkan lahan perkebunan dan peternakan milik lapas seluas empat hektar. Saat ini, Lapas Kelas IIB Nunukan memiliki lahan perkebunan berupa kebun kelapa sawit, pertanian berupa sayur mayur, jagung, dan cabai. Lalu, peternakan sapi dan bebek serta perikanan ikan lele dan koi.

Lapas Nunukan juga mengembangkan kawasan wisata edukasi dengan sasaran utama bagi murid PAUD, TK dan SD. Beberapa fasilitasnya telah dibuat termasuk adanya rencana untuk kawasan outbond.

Lapas Kelas IIB Nunukan akan memperkenalkan kepada murid-murid mengenai tata cara pengolahan lahan perkebunan, pertanian dan perikanan. Tarif untuk masuk di kawasan wisata ini, pertama kali akan digratiskan, namun selanjutnya kemungkinan pengunjung akan dikenakan biaya masuk karena tentunya pengembangan kawasan wisata ini akan ditingkatkan.

"Mungkin kalau awal-awalnya akan non profit dulu, tapi ke depannya tentunya akan dikenakan biaya masuk karena tentunya butuh pengembangan yang membutuhkan modal," kata Pujiono.

Untuk memajukan kawasan wisata Lapas Nunukan ini, Pujiono telah mengikutkan empat sipir pada pelatihan memandu wisatawan yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Nunukan. Kawasan wisata yang dirancang ini akan dikerjasamakan dan menggandeng Dinas Pariwisata Nunukan dan penggiat pariwisata di daerah itu.

Di dalam kawasan wisata tersebut akan tersedia galeri kuliner, peternakan ayam kampung, ayam khas Nunukan, ayam potong, dan budidaya lele dan koi. Selain itu, Lapas Kelas IIB Nunukan juga memiliki perkebunan aren yang mencapai ratusanpohon dan siap berproduksi.

"Jumlah pohon aren kami mencapai 134 pohon yang mulai ditanam pada tahun 2010," ujar dia.

sumber : Antara, Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement