Selasa 07 Jan 2020 16:05 WIB

Bogor Tunda Pagari Lokasi Alun-Alun

Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani akan dijadikan alun-alun.

Bogor Tunda Pagari Lokasi Alun-Alun. Bangunan berbentuk topi di Taman Ade Irma Suryani Nasution Bogor yang dikenal dengan Taman Topi.
Foto: Putra M Akbar/Republika
Bogor Tunda Pagari Lokasi Alun-Alun. Bangunan berbentuk topi di Taman Ade Irma Suryani Nasution Bogor yang dikenal dengan Taman Topi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor menunda pemagaran dan pembongkaran bangunan di Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani sebagai Alun-Alun Kota Bogor sampai akhir Januari 2020. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan rencananya pemagaran lokasi rencana pembangunan Alun-Alun Kota Bogor, di Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani itu dilakukan mulai Senin (6/1).

Pengelola Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani PT Eksotika meminta waktu selama tiga pekan hingga akhir Januari untuk membongkar semua peralatan wahana permainan dan instalasi lainnya. Karena itu, pemagarannya juga ditunda.

Baca Juga

Dedie menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor saat ini masih melakukan pembersihan sampah dan benda-benda tidak terpakai di lokasi Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani yang dalam proses pembongkaran wahana bermain. "Setelah dilakukan pemagaran keliling dan kemudian pembongkaran bangunan di dalamnya," katanya, Selasa (7/1).

Bersamaan dengan kegiatan itu, juga dilakukan perbaikan drainase di seputar Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani. Dari pengamatan Antara, Taman Topi dan Taman Ade Irma Suryani di tepi Jalan Dewi Sartika sudah tampak lengang karena pedagang kaki lima (PKL) sudah direlokasi.

Di seputar Masjid Agung, di sebelah Taman Ade Suryani tampak sudah dikelilingi pagar seng warna putih. Di pagar seng itu dan ditembok Taman Topi dipasang spanduk bertuliskan "Pemberitahuan. Seluruh pedagang kaki lima di trotoar Jalan Dewi Sartika sudah di relokasi ke Jalan Nyi Raja Permas," katanya.

Sementara itu, di bagian dalam Taman Topi ada beberapa bangunan permanen berbentuk topi, tapi semuanya sudah dikosongkan. Hanya beberapa pedagang makanan yang menggunakan gerobak yang masih berjualan.

Sedangkan, di Taman Ade Irma Suryani, yang memiliki dua pintu dua pintu masuk dan tempat penjualan tiket, sudah tidak menjual tiket lagi. Wahana permainan di dalam taman itu juga sudah tidak beroperasi lagi.

Tampak permainan kuda-kudaan dan mobil-mobilan sudah diikat. Bahkan, permainan kereta monorail pada ketinggian tiga meter sudah diturunkan.

Menurut Pengelola Taman, Ade Irma Suryani, Basiran, permainan di taman ini sudah dihentikan sejak Senin (6/1). "Kami sedang membongkarnya, untuk dipindahkan ke tempat lain," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement