Ahad 05 Jan 2020 14:47 WIB

PLN: Beban Listrik di Sumbar Meningkat di Awal Tahun

PLN menyebut daya mampu pembangkit di Sumbar saat ini mencapai 719 megawatt

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas PLN memeriksa jaringan listrik. (ilustrasi)
Foto: PLN
Petugas PLN memeriksa jaringan listrik. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto mengatakan sejak momen Natal dan tahun baru 2020 beban penggunaan listrik di Sumatera Barat kian meningkat. Bambang menyebut beban puncak yang dipantau PLN Sumbar mencapai 589 megawatt pada Jumat (3/1) jam 19.00 WIB.

Beban tersebut menurut Bambang yang tertinggi dibandingkan rata-rata beban puncak selama ini di angka 573 megawatt. "Memang benar terjadi kenaikan demand atas energi listrik akhir-akhir ini di masyarakat. Hal ini merupakan tantangan bagi PLN Sumbar untuk senantiasa menjaga kehandalan pasokan listrik," kata Bambang, Ahad (5/1).

Baca Juga

Bambang menjelaskan daya mampu pembangkit di Sumatra Barat saat ini mencapai 719 megawatt. Sehingga Sumatera Barat masih punya 129 megawatt untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan.

Bambang menyebut masyarakat tak perlu khawatir akan pasokan arus listrik di Sumbar. Ia mengeklaim selain punya cadangan pasokan listrik yang cukup, PLN Sumbar juga punya sumber daya manusia kompeten mengawal kepuasan pelanggan.

Bambang ingin PLN Sumbar hadir dalam menunjang kemajuan masyarakat terutama dalam bidang ekonomi. Sumbar kata Bambang kaya akan potensi pariwisata. PLN menurut Bambang berkomitmen mendukung usaha dan kegiatan pariwisata supaya sektor perekonomian Sumbar terus maju dan sejahtera.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement