Jumat 03 Jan 2020 19:09 WIB

Pemkot Bogor Segera Sterilkan Kawasan Suryakencana

Kawasan Surken ditargetkan steril dari PKL pada 14 Januari 2020 mendatang.

Rep: Nugroho Habibie/ Red: Dwi Murdaningsih
PKL (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
PKL (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan segera mensterilkan pedagang kaki lima (PKL) di trotoar untuk jalur pedestrian Suryakencana (Surken). Pemkot Bogor menargetkan, kawasan Surken steril dari PKL pada 14 Januari 2020 mendatang.

“Jadi Pak Wali (Bima Arya) menginginkan ketika kawasan pendestrian selesai dirapikan, pedagang juga bisa ditata," ucap Kepala Dinas  UMKM dan Koperasi Kota Bogor Samson Purba, di Balai Kota Bogor, Jumat (3/1).

Baca Juga

Saat ini, Samson mengungkapkan terdapat sekitar 89 PKL kuliner dan buah yang terdata berjualan di trotoar Suryakencana. Namun, dia menyebut, hanya 57 pedagang yang bisa diakomodir untuk berjualan di kawasan pusat kuliner Jalan Bata dan tujuh koridor di Jalan Roda.

Sedangkan, untuk sisanya, kata dia, akan ditempatkan di Plaza Bogor. "Saat ini Jalan Bata dan koridor sedang proses pembuatan booth-booth, mekanismenya (pembanguan tenda) kurang lebih 1,5 bulan,” ujar Samson.

Menurut Samson, kawasan pusat kuliner Jalan Bata yang berada di samping Plaza Bogor hanya disediakan untuk 39 pedagang. Sementara tujuh koridor hanya ditempati oleh 18 pedagang dan 32 pedagang sisanya akan masuk dalam Plaza Bogor.

Samson menyatakan hanya pedagang yang terpilih saja yang dapat berjualan di kawasan tersebut. Pemilihan pedagang, lanjut dia, disesuaikan dengan jenis makanan yang khas dan higenis yang dijual oleh para PKL.

“Karena konsepnya sudah dibuat, artinya tidak semua terfasilitasi. Hanya beberapa pedagang terpilih saja, nanti sisanya di Plaza. Nanti Pak Wali yang akan mengecek langsung, artinya kelayakan dari pedagang ini akan dilihat,” kata Samson.

Sebelum pedagang berjualan di pusat kuliner, Samson mengungkapkan, pedagang yang terpilih akan mendapatkan pelatihan selama sebulan. Pelatihan tersebut akan diserahkan kepada Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya selaku pengelola pusat kuliner.

PD Pasar Pakuan Jaya, lanjut dia, dapat menggandeng pihak universitas untuk melakukan pelatihan. Terkait pedagang yang direlokasi di Plaza Bogor, Pemkot Bogor juga sedang menyusun formulasi untuk melakukan promosi keberadaan pedagang kuliner tersebut.

Sebab, berkaca pada pengalaman tahun 2018 lalu, para pedagang kuliner sempat direlokasi di Plaza Bogor. Namun, para pedagang memilih kembali berjualan di trotoar lantaran di Plasa Bogor sepi dari pembeli.

“Nanti ada tim khusus juga untuk mematangkan konsep pusat kuliner di Plaza Bogor, termasuk menentukan biaya sewa di Plaza Bogor, dan juga sewa nominal di  pusat kuliner legendaris,” kata ujar Samson.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement