Jumat 03 Jan 2020 02:21 WIB

Warga Minta Anies Evakuasi Ortunya yang Harus Cuci Darah

Anies kemudian turun dan menyerahkan perahu karet untuk evakuasi warga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) melihat data kenaikan permukaan air saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Foto: Antara/Galih Pradipta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) melihat data kenaikan permukaan air saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang warga berteriak meminta orang tuanya dievakuasi karena harus cuci darah saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya blusukan ke Jalan Rusun Pesakih Cengkareng, Jakarta Barat yang terendam banjir, Kamis (2/1).

"Tolong pak, orang tua saya terjebak banjir, dia harus cuci darah," teriak salah satu warga yang tak diketahui namanya sambil menangis kepada Anies.

Baca Juga

Warga tersebut panik karena tidak bisa membawa orang tuanya yang lemah dengan penyakit gagal ginjal ke rumah sakit Hermina Daan Mogot untuk cuci darah. Sejumlah warga di sekitarnya meminta Anies dan jajarannya turun dari perahu karet dan nyebur untuk melanjutkan blusukan.

"Ayo nyebur Pak Anies sama kita," kata warga.

Tak lama kemudian, Anies beserta jajarannya turun dan menyerahkan perahu karet tersebut untuk evakuasi warga yang lebih membutuhkan. Kepala Seksi Operasi Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat Ivand Sigiro menyebut warga yang meminta bantuan evakuasi tinggal di Pesakih, RT 008/RW 014 Kelurahan Duri Kosambi.

"Kedalaman air di situ sudah dua meter," kata Ivand.

Selain penderita gagal ginjal, petugas juga mengevakuasi korban banjir yang memiliki penyakit strok. Anies bersama rombongan Pemerintah Kota Jakarta Barat melakukan inspeksi ke RW 01 Semanan dan RW 14 Duri Kosambi. Mereka menyusuri Jalan Rusun Pesakih, salah satunya karena banyak warga terdampak belum mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

"Mereka kebanyakan membutuhkan makanan, minuman dan sekarang dalam perjalanan ke sini. Sehingga dipastikan, segera makanan dan minuman sampai ke mereka,” ujar Anies.

Anies mengatakan alasan para warga berkeluh kesah seperti itu padanya adalah karena terlambatnya proses pengiriman bantuan dan makanan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement