Jumat 20 Dec 2019 22:07 WIB

Pengerjaan Jakarta International Stadium Capai 13 Persen

Jakarta Propertindo menargetkan pembangunan JIS di akhir Desember capai 15 persen

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Foto aerial proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Foto: Antara/Galih Pradipta
Foto aerial proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT. Jakarta Propertindo terus mengebut pengerjaan stadion Jakarta International Stadium (JIS). PT Jakpro sebagai pihak yang dipercaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan progres pembangunan stadion JIS hingga pertengahan Desember ini sudah mencapai 13 persen.

Kepala Divisi Project Management Office (PMO) JIS, Hendri Saputra mengatakan saat ini proses pengerjaan masuk dalam tahapan pembuatan pondasi. Stadion JIS yang juga dikenal dengan Stadion Bersih, Manusiawi, dan Wibawa (BMW) ini ditarget akan selesai pada Oktober 2021 mendatang.

"Pertengahan Desember 2019 ini capaian progres pengerjaan sudah 13 persen, namun kami menargetkan hingga akhir Desember 2019 pengerjaan sudah mencapai 15 persen," kata Hendri kepada wartawan, Jumat (20/12).

Saat ini, jelas dia, secara fisik proses pengerjaan konstruksi bangunan JIS dalam tahap pengecoran pile cap pondasi. Untuk mengebut pengerjaan pekerja yang mengerjakan pondasi pile cap dibagi dua shift, sehingga pengerjaan pondasi dapat dikebut.

Hendri menegaskan Stadion BMW atau JIS yang saat ini dikerjakan Jakpro bersama tiga perusahaan kerja sama operasi (KSO), yaitu Wijaya Karya Bangunan Gedung, PP dan Jaya Konstruksi ini merupakan stadion tercanggih pertama di Indonesia.

Stadion ini didesain dengan beberapa keunggulan arsitektur dan teknologi, diantaranya atap stadion yang bisa dibuka tutup, akses yang terkoneksi fasilitas LRT dan komersial, hingga skyview deck di atas atap stadion yang memungkinkan pengunjung bisa memutari stadion dari atas.

Sedangkan kecanggihannya, tambah Hendri, stadion ini memiliki akses masuk tiket digital. Sehingga tidak perlu lagi tiket sobek seperti stadion yang ada di Indonesia. Selain itu rumput yang digunakan pun rumput terbaik, dengan komposisi 5 persen sintetis dan 95 persen alami, yang mampu menyerap air hujan hingga 110 milimeter per 10 detik.

"Intinya dengan dibangunnya JIS yang mempunyai kelebihan fasilitas terbaik standar FIFA dan dunia ini, kita berharap bukan hanya pembangunan fisiknya, tapi juga ada perubahan budaya penonton di Indonesia," tegas Hendri.

Project Manager Jakarta International Stadium (JIS) Arry Wibowo menyebut JIS diperkirakan akan selesai pada pertengahan 2021 dan ditargetkan sebagai lokasi pertandingan final Piala Dunia U-20 karena Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Tidak hanya arena untuk bermain sepak bola saja yang dihadirkan dalam JIS, namun fasilitas lainnya akan menambah ramai suasana seperti galeri sepak bola, ruang rekreasi, bahkan sarana transportasi massal Light Rail Transit (LRT) turut dihadirkan di JIS.

Untuk diketahui pembangunan JIS dimulai sejak Maret 2019, dengan harapan dapat menjadi stadion pertama di Indonesia berstandar internasional serta ramah lingkungan.

Investasinya diketahui sekitar Rp 5 triliun dan diberikan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sejak 2019. Stadion itu diperuntukkan bagi kandang Persija Jakarta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement