REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK— Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan ribuan warga di daerah itu tinggal di lokasi rawan bencana longsor, sehingga perlu kewaspadaan sehubungan intensitas curah hujan meningkat.
"Semua lokasi rawan longsoran itu berada di perbukitan, pegunungan dan aliran sungai," kata Kaprawi di Lebak, Kamis (19/12).
BPBD Lebak sudah menyampaikan surat imbauan kepada aparatur kecamatan, desa, dan masyarakat. Sebab, masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana longsoran hingga ribuan kepala keluarga.
Saat ini, kata dia, daerah yang perlu diwaspadai yakni perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai. "Kami berharap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana longsor selalu waspada jika curah hujan tinggi," katanya menjelaskan.
Kaprawi mengatakan, saat ini, lokasi yang masuk kategori langganan longsoran tercatat 15 kecamatan, yakni Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber, Cipanas, Cilograng, Muncang, Sobang, Gunungkencana, Bojongmanik, dan Cimarga.
Begitu juga Kecamatan Panggarangan, Cihara, Bayah, Cikulur, Rangkasbitung, dan Cigemblong, sebab, di daerah itu topografinya perbukitan, pegunungan, dan aliran sungai.
Biasanya, kata dia, bencana longsor terjadi karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan adanya pergerakan tanah, terutama dataran tinggi maupun pegunungan.
Selain itu, kata dia, daerah aliran sungai (DAS) berpotensi longsor jika terjadi luapan air. "Kami berharap warga dapat meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.
Sementara itu, warga di Kecamatan Muncang mengaku bahwa masyarakat saat ini melakukan pengamanan swadaya sehubungan curah hujan tinggi. Pengamanan itu guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material bangunan cukup besar.
"Kami sepekan terakhir ini mengoptimalkan pengamanan jika hujan tinggi selalu mengingatkan warga agar waspada longsor," kata Rohman warga Muncang.