Jumat 20 Dec 2019 01:46 WIB

Baru Keluar dari RS Jiwa, Perempuan Tabrakkan Diri ke Kereta

Seorang perempuan menabrakkan diri ke kereta di perlintasan Angke, Kamis sore.

Ilustrasi rel kereta api. Seorang perempuan yang baru keluar dari rumah sakit jiwa menabrakkan diri ke kereta di perlintasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (19/12).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Ilustrasi rel kereta api. Seorang perempuan yang baru keluar dari rumah sakit jiwa menabrakkan diri ke kereta di perlintasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (19/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang perempuan meninggal setelah sengaja menabrakkan diri ke kereta di perlintasan kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis.

"Tadi ada orang menabrakan diri ke kereta. Jadi bisa dibilang bunuh diri," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora Ajun Komisaris Polisi Supriyatin di Jakarta, Kamis.

Baca Juga

Supriyatin menjelaskan, korban yang diketahui berinisial OY (39), sengaja menabrakan diri ke kereta yang tengah melintas. OY meninggal di lokasi kejadian setelah tubuhnya terseret sejauh beberapa puluh meter.

Supriyatin menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima, korban baru saja keluar dari rumah sakit jiwa. Berdasarkan alamat di KTP, korban diketahui tinggal di Penjaringan, Jakarta Utara.

"Tapi dia sama ibunya tinggal di dekat Season City," kata Supriyatin.

Menurut Supriyatin, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum. Kejadian tersebut sempat menjadi viral di media sosial di unggahan akun Instagram @jktinfo berisi informasi terkait kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta.

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement