Rabu 11 Dec 2019 06:52 WIB

Angin Kencang, 70 Rumah di Desa Lerep Rusak

Ke-70 rumah yang mengalami kerusakan tersebar di sejumlah dusun di Desa Lerep.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yudha Manggala P Putra
Ilustrasi.
Foto: Antara/Siswowidodo
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Sedikitnya 70 rumah warga mengalami kerusakan bagian atap, menyusul hujan deras disertai angin kencang di wilayah Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Selasa (10/12).

Ke-70 rumah yang mengalami kerusakan ini tersebar di sejumlah dusun. "Dampak kerusakan terparah ada di Dusun Soka, Lorok serta Dusun Tegalrejo," ungkap Kepala Desa Lerep, Sumariyadi, yang dikonfirmasi di Ungaran.

Akibatnya, kata Kepala Desa sejumlah warga harus diungsikan akibat rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah. "Ada rumah warga yang nyaris roboh dan kerusakan bangunannya mencapai 80 persen," jelasnya.

Menurut Sumariyadi, hujan yang turun sepanjang Selasa sore hingga menjelang malam disertai angin kencang. Tak hanya mengakibatkan kerusakan rumah warga, hujan dan anginnkrncang juga banyak menumbangkan pohon.

Bahkan jaringan listrik di wilayah Desa Lerep dan sebagian wilayah Ungaran juga terjadi pemadaman, akibat beberapa pohon yang tumbang juga  merusakkan jaringan kabel listrik yang ada di wilayah desa ini.

"Ada beberapa tiang listrik yang roboh akibat tertimpa pohon yang tumbang, di wilayah Desa Lerep ini. Sehingga desa kami sempat gelap gulita selama perbaikan jaringan dilakukan oleh petugas PLN," lanjutnya.

Ia pun memperkirakan, kerugian materi akibat angin kencang di wilayah Desa Lerep ini diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Sementara untuk korban jiwa atau korban luka- luka belum ada laporan yang masuk ke masing- masing perangkat libgkungan.

Namun sejumlah perangkat desa masih terus memastikan dampak kerusakan serta korban akibat hujan lebat dan angin ribut tersebut. "Kami ingin memastikan data dan kemungkinan adanya korban benar- benar valid," tambah Sumariyadi.

Selain di Desa Lerep, hujan dan angin ribut juga mengakibatkan kerusakan di beberapa kantor pemerintahan. Di kompleks Perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah atap lantai 3 gedung utama dilaporkan juga mengalami rusak parah.

Plafon sejumlah ruangan di perkantoran ini juga ambrol akibat tertimpa reruntuhan atap. Sementara di kantor Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Baretiltbangda) Kabupaten Semarang sebuah mobil rusak parah akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Sepanjang Selasa sore hingga malam hari, petugas gabungan BPBD, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang serta relawan dkerahkan guna membersihkan pohon tumbang maupun dahan yang patah dan menutup akses jalan.

"Sejauh ini belum dilapotkan adanya korban jiwa selain kerusakan bangunan rumah dan banyaknya pohon yang tumbang," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement