Kamis 05 Dec 2019 23:13 WIB

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Diresmikan Maret 2020

saat ini masih ada tahapan pengerjaan sekitar 2,2 kilometer di jalan tol.

Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019)
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalan tol Balikpapan-Samarinda direncanakan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Maret 2020.

"InsyaAllah," Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor di Samarinda, Kamis (5/12).

Isran menjelaskan saat ini masih ada tahapan pengerjaan sekitar 2,2 kilometer yang struktur tanahnya labil. Sehingga masih terus dimatangkan dan diteliti serta ditangani pihak yang membidanginya.

"Kita harapkan sesuai rencana bisa segera dioperasionalkan. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan jalan bebas hambatan ini," tambahnya.

Sedangkan saat memasuki liburan akhir tahun atau liburan Natal, Isran belum bisa memastikan jalan tol bisa difungsikan untuk umum. Karena harus izin dengan pihak yang menangani pembangunan tersebut atau kontraktor pelaksana yang bertanggungjawab atas proyek itu.

"Terkait boleh atau tidaknya bukan kapasitas pemerintah, namun harus ada kajian teknis dari ahlinya," tegas Isran.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan progres Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di Seksi II, III, dan IV sudah memasuki uji layak fungsi.

Tiga seksi tersebut menjadi porsi yang mesti dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.

Danang menyebutkan selanjutnya penerbitan Uji Laik Fungsi dapat dilakukan sekitar satu minggu hingga dua minggu setelah melakukan perbaikan dari rekomendasi yang dilakukan selama uji laik fungsi.

Menurut Danang, operasional ruas yang menjadi porsi badan usaha di seksi II, III, dan IV masih dapat dilakukan pada akhir tahun ini, tetapi untuk fungsional sepenuhnya, ruas tol sepanjang 99 km tersebut baru dapat dilakukan pada Maret 2020.

"Saat ini audit teknis, Jasa Marga sedang melakukan serah terima aset pemerintah pusat ke Bina Marga dan penghitungan final," tegas Danang

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement