Rabu 04 Dec 2019 22:48 WIB

Peragi Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian

Peragi bertekad untuk mewujudkan pertanian memiliki produktivitas tinggi

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Agung Sasongko
Pertanian
Pertanian

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) mengatakan akan mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam melakukan penguatan dan akselerasi (percepatan) pembangunan pertanian. Peragi menyatakan, akan mendorong secara aktif untuk peningkatan produktifitas bidang pertanian. 

"Peragi bertekad untuk mewujudkan pertanian memiliki produktivitas tinggi dan efisien melalui kiprahnya saat ini dan ke depan," kata Ketua Umum Peragi Andi Muhammad Syakir saat pelantikan pengurus pusat periode 2019-2022 di Bogor, Rabu (4/12).

Syakir menyatakan, Peragi akan mendorong terwujudnya peningkatan tersebut melalui empat program. Pertama, kata Syakir, pengembangan SDM (Sember Data pertanian termasuk petani milenial melalui Komando Strategis Pertanian (Kostra) Tani dengan cara penyuluhan atau pelatihan dan pendidikan vokasi. 

Kedua, Peningkatan produksi tanaman pangan melalui pengembangan kawasan berbasis korporasi (padi, jagung, kedelai, aneka kacang, umbi, dan serealia). Ketiga, Gerakan nasional peningkatan produktivitas, produksi, dan ekspor (kopi, kakao, kelapa, jambu mete). Keempat, akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi dan perbanyakan/produksi benih/bibit hasil litbang. 

"Keempat program utamanya tersebut seiring dengan semangat Peragi dalam menggulirkan program-program utamanya ke depan dengan menitik beratkan pada pengembangan komoditas hortikultura dan perkebunan, yang secara nyata mampu memberikan sumbangan terhadap peningkatan pendapatan petani dan devisa negara," jelasnya. 

Ia menyatakan, Peragi akan senantiasa bersinergi dengan Kementrian Pertanian. Sehingga, program pemerintah untuk peningkatan produktifitas pertanian dapat terwujud. 

"Peragi juga akan membantu pemerintah menyiapkan para generasi muda Indonesia untuk menjadi petani modern dengan mempromosikan teknologi budi daya pertanian secara cerdas (Smart Farming)," jelasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement