Selasa 05 Nov 2019 05:24 WIB

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dipermak April 2020

ASDP melihat keseriusan Banyuwangi berbenah menjadi daerah yang tumbuh secara ekonomi

Kendaraan tujuan Pulau Bali mengantre memasuki kapal pelayaran di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (1/6/2019).
Foto: Antara/Budi Candra Setya
Kendaraan tujuan Pulau Bali mengantre memasuki kapal pelayaran di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (1/6/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI - Proses pengembangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sebagai destinasi wisata anyar yang ikonik terus berjalan. Pelabuhan penyeberangan jalur Banyuwangi-Bali yang melayani lebih dari 13 juta orang per tahun itu bakal dipermak mulai April 2020.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membahas rencana itu bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspitadewi, Kamis (31/10) lalu. ASDP adalah BUMN yang mengelola pelabuhan tersebut.

”Saat ini sudah tahap studi kelayakan. Target kami, pembangunan dilakukan mulai April 2020,” kata Ira.

Ira menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Ketapang sebagai destinasi wisata baru di Banyuwangi merupakan komitmen ASDP untuk ikut memajukan pariwisata daerah.

”Kami melihat keseriusan Banyuwangi yang telah berbenah menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Untuk itu ASDP tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Kami pun ingin mengubah posisi penyeberangan dari sekadar tempat transit menjadi destinasi wisata,” terang Ira.

”Jadi kita ingin konsepnya dibalik, bukan lagi penyeberangan menjadi tempat transit untuk ngopi atau makan saja, tapi Pelabuhan Ketapang sebagai destinasi wisata yang bisa melayani penyeberangan,” imbuhnya.

Pada proses pengembangan tersebut bakal dilakukan penambahan infrastruktur penunjang seperti kafe dan restoran dengan arsitektur lokal yang unik, serta pembuatan lansekap yang pastinya menarik bagi wisatawan. 

”Kami melibatkan arsitek Gregorius Supie yang telah tersohor. Bangunannya nanti mengadopsi kekhasan kebudayaan lokal,” paparnya.

Dari sisi pelayanan, dia menambahkan, juga bakal dibuat semakin nyaman dengan dilakukan digitalisasi seperti automatic ticketing. ”Pelabuhan Ketapang akan menjadi lebih modern sekaligus menjadi destinasi wisata ikonik,” ujarnya.

 

 

 

Ira menambahkan, pengembangan Pelabuhan Ketapang itu untuk menyambut lonjakan wisatawan yang bakal terjadi setelah Tol Trans Jawa rampung hingga Banyuwangi. ”Pelabuhan Ketapang akan menjadi wajah baru Banyuwangi yang memesona sebagai pintu gerbang Pulau Jawa dari kawasan timur Indonesia,”ujar Ira.

 

 

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merespons positif pengembangan Pelabuhan Ketapang. Itu sesuai program Banyuwangi bahwa setiap tempat adalah destinasi, dan setiap program adalah atraksi.

 

 

 

”Tadi kami menitipkan peradaban dan kebudayaan lokal dalam derap pembangunan ekonomi yang cukup pesat melalui arsitektur khas kebudayaan lokal, juga kuliner-kuliner lokal bisa diangkat di destinasi pelabuhan tersebut untuk semakin menggerakkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

 

 

 

Pada 2018, total 13,4 juta penumpang pada jalur penyeberangan Banyuwangi-Bali. Total ada 2,5 juta kendaraan roda empat dilayani jalur tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement