Selasa 22 Oct 2019 12:43 WIB

Karyawan Gojek Pandang Nadiem Sosok Sederhana

Karyawan Gojek menilai Nadiem tak pernah membedakan karyawan.

Rep: Antara/ Red: Indira Rezkisari
Nadiem Dipanggil Presiden Joko Widodo. Founder Gojek Nadiem Makarim dipanggil Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).
Foto: Republika/ Wihdan
Nadiem Dipanggil Presiden Joko Widodo. Founder Gojek Nadiem Makarim dipanggil Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Gojek Nadiem Makarim kemarin, Senin (21/10), diminta untuk membantu kabinet oleh Presiden Joko Widodo. Nadiem dikenal sebagai sosok sederhana dan membumi oleh para karyawannya, salah satunya adalah Rian.

Rian setiap harinya bertugas sebagai penerima surat di resepsionis lantai 5 kantor Gojek, Pasaraya, Jakarta. Ia melihat sosok pendiri Gojek Nadiem Makarim sebagai seorang yang sederhana.

Baca Juga

"Orangnya low profile, sederhana, itu kelihatan dari style-nya," ujar pria yang telah bergabung dengan Gojek sejak 2015 itu.

Meski mengaku jarang bertemu dengan Nadiem, namun jika berpapasan Rian mengatakan bos Gojek itu tidak segan menyapa para karyawan.

Kesederhanaan Nadiem teresebut, menurut Rian, membuat para karyawan betah bekerja. "Jadi merasa kantor kayak rumah," kata dia.

Hal senada juga dirasakan Divia yang bertugas sebagai resepsionis lantai 5. Menurut Divia, Nadiem mengajarkan para karyawan untuk tidak membeda-bedakan status kepegawaian.

"Ketemu di lift biasa saja, tidak bedakan mana bos, dan mengajarkan tidak ada perbedaan, jadi VP, manajer, kayak karyawan biasa," ujar dia.

Rekan kerja Divia di bagian resepsionis, Diana, juga merasa Nadiem adalah sosok yang rendah hati. "Pernah di lantai 7, ruangan BOD, ketemu terus dia yang tidak buang muka gitu, malah menyapa, ramah gitu," kata Diana.

"Keluarganya juga sering ke sini. Ibunya itu juga ramah banget," lanjut dia.

Cerita tentang sosok Nadiem juga datang dari Sutisna, office boy di kantor Gojek. Pria yang sering membuatkan kopi hitam untuk Nadiem itu melihat Nadiem sebagai sosok yang tidak berjarak dengan karyawan.

"Dia tidak merasa dirinya itu orang hebat, orang tertinggi di Gojek, kalau ketemu santai saja. Kalau misalnya lagi merokok, 'Bro, punya korek nggak?' atau 'Bro, punya rokok kretek nggak?'," kata Sutisna.

Nadiem Makarim mengatakan telah mundur dari jabatannya di Gojek karena menerima posisi di kabinet baru. Hal tersebut disampaikan Nadiem setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

Sutisna berharap langkah Nadiem bergabung dengan kabinet Jokowi dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. "Harapannya ekonomi Indonesia lebih baik dan bisa bersaing dengan negara lain untuk lima tahun yang akan datang," ujar pria yang telah bekerja dengan Gojek selama empat tahun itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement