Selasa 01 Oct 2019 09:42 WIB

Mahasiswa Lampung Galang Bantuan Korban Konflik Wamena

Mahasiswa Lampung peduli atas bencana kemanusiaan di Wamena.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil
Kementerian Perhubungan menyiapkan kapal laut untuk mengevakuasi pengungsi di Wamena, Jayapura.
Foto: Foto: Humas Ditjen Hubla
Kementerian Perhubungan menyiapkan kapal laut untuk mengevakuasi pengungsi di Wamena, Jayapura.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Artala dan Korps Sukarela PMI Unit Darmajaya menggalang dana peduli kemanusiaan untuk korban konflik Wamena, Jayawijaya, Papua. Penggalangan dana dalam kampus tersebut sebagai kepedulian atas korban kemanusiaan di Indonesia.

Penggalangan dana dari mahasiswa di dalam Kampus Darmajaya tersebut hingga beberapa hari ke depan. Rektor Darmajaya Firmansyah Yunialfi Alfian mengatakan, penggalangan dana yang dilakukan mahasiswa Darmajaya merupakan sarana untuk berempati terhadap warga terdampak konflik kemanusiaan di Wamena, Papua yang sedang tertimpa musibah.

Baca Juga

Dengan aksi solidaritas tersebut, ia berharap bisa menjadi langkah untuk bermuhasabah diri dan bersyukur. Selain itu menjadi cara untuk memberikan edukasi kepedulian terhadap seluruh sivitas akademika.

“Semoga berbagi ini bisa membuat kita menjadi hamba yang bersyukur, selain itu bisa membantu meringankan beban saudara-saudara disana,” ujar Firmansyah dalam keterangan persnya, Selasa (1/10).

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan oleh mahasiswa IBI Darmajaya. Menurutnya, puluhan korban meninggal dan tak kurang 10.000 warga yang terdampak konflik sangat membutuhkan bantuan berupa santunan langsung kepada keluarga yang ditinggalkan, layanan kesehatan, paket pangan dan lainnya.

Menurut dia, di Lampung sudah berdiri posko Crisis Center seperti yang didirikan di Padang dan Makassar. Crisis Center akan memberikan informasi kepada publik tentang data dan situasi terkini dari Papua secara akurat. Seluruh lapisan masyarakat dapat mengunjungi dan mendapatkan informasi terkini tentang Wamena. Data-data yang crisis center ACT terima berasal dari tim yang berada di Papua saat ini.

Aksi yang sudah dilakukan ACT lainya adalah penyerahan santunan kepada korban meninggal dunia akibat konflik sosial di Wamena. Keluarga Muhammad Iswan dan keluarga Linda yang tinggal di Pesisir Selatan, Sumatra Barat mendapatkan santunan melalui ACT Sumbar. 

“Ketika semua element masyarakat bergerak untuk membantu, sesungguhnya kita sedang mengirim semangat untuk mereka, semoga kondisi pengungsi segera pulih kembali,” katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement