Ahad 15 Sep 2019 16:35 WIB

Jabar Buat Sistem Infomasi Pariwisata Terpadu

Jabar telah memiliki portal yang mengintegrasikan sistem wisata.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Seorang wisatawan mancanegara (kedua kiri) berlatih Pencak Silat Golok Terbang di Situ Rawa Gede, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (8/9/2019).
Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Seorang wisatawan mancanegara (kedua kiri) berlatih Pencak Silat Golok Terbang di Situ Rawa Gede, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (8/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah mendeklarasikan akan mengenjot sektor pariwisata mengingat potensinya yang besar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan untuk mendorong sektor pariwisata, kata Setiaji, pihaknya akan melakukan beberapa pengembangan termasuk untuk sistem informasi pariwista terpadu.

Saat ini, Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar telah memiliki portal yang mengintegrasikan sistem wisata, mulai dari informasi event hingga destinasi wisata andalan. Dalam hal ini, Diskominfo Jabar memfasilitasi melalui sistem terpadu tersebut.

Baca Juga

"Kami berharap masyarkat juga bisa masukin event-event di sana. Kan ada juga yang sifatnya event di level bukan provinsi tapi level kota/kabupaten atau juga swasta," katanya.

Pihaknya juga akan memfasilitasi portal tersebut dengan sistem chating, agar masyarkat dapat melakukan komunikasi mengenai destinasi wisata di Jabar. "Selain itu, orang-orang juga bisa pesan tiket, mulai dari penginapan dan lain-lain melalui sistem tadi," katanya.

Pengembangan sistem informasi pariwisata terpadu ini, kata dia, sangat memberikan kemudahan untuk wisatawan. Para wisatawan dapat mengukur destinasi wisata mana yang paling pas untuk dikunjungi.

"Kita ingin mengajak wisman (wisatawan mancanegara) juga supaya bisa berkunjung ke Jawa barat," katanya.

Informasi wisata ini penting, kata dia, agar bisa menginformasikan di sini ada wisata menarik. Sehingga merangsang orang untuk datang ke Jabar. Setiaji mengatakan, pihaknya pun telah memiliki aplikasi informasi workshop dan berbagai kegiatan yang digelar di Jabar. Jadi, masyarakat dapat mendaftar sebagai peserta workshop secara online.

"Kemudian para peseta workshop ini pun dapat mengisi absensi secara online dan mendapat sertifikat elektronik," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil menargetkan 49,8 juta wisatawan datang mengunjungi Jawa Barat sepanjang 2019. Target tersebut terdiri dari 48 juta wisatawan nusantara dan 1,8 juta wisatawan mancanegara.

Ridwan Kamil optimistis, target terpenuhi seiring peluncuran West Java Calendar of Event 2019 atau Kalender Pariwisata Jabar 2019 pada Selasa (25/6) lalu. Di mana kalender pariwisata tersebut menyajikan 262 agenda pariwisata, baik seni, budaya, kuliner, religi, dan lainnya.

"Target wisman 1,8 juta dan wisnus 48 juta di tahun 2019. Dengan kalender event Jabar ini diharapkan membawa dampak positif dan mencapai target tersebut," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Ke-262 event pariwisata akan digelar di seluruh Jawa Barat,  meliputi 35 event di Wilayah I terdiri dari Kota/kabupaten Bogor, Kota/Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Depok.

Sementara 14 event di Wilayah II mencakup Kabupaten Purwakarta, Subang, Karawang, serta Kota/ Kabupaten Bekasi. Sebanyak 66 event di Wilayah III digelar di Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Kabupaten Majalengka.

Sementara 147 event di Wilayah IV  terdiri dari Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota/ Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Pangandaran, dan Kabupaten Banjar.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement