Selasa 13 Aug 2019 12:00 WIB

30 Pelajar Jabar Ikuti Sekolah Mengenal Nusantara ke Kaltim

SMN yang sudah berjalan selama 5 tahun sejak 2015.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Kalimantan Barat melihat salah satu koleksi lokomotif kereta api di Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/8). Kunjungan 23 peserta SMN di Museum Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Ambarawa yang difasilitasi PT Kereta Api Indonesia itu untuk menambah wawasan peserta tentang perkeretaapian Indonesia.
Foto: Aji Styawan/Antara
Peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Kalimantan Barat melihat salah satu koleksi lokomotif kereta api di Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/8). Kunjungan 23 peserta SMN di Museum Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Ambarawa yang difasilitasi PT Kereta Api Indonesia itu untuk menambah wawasan peserta tentang perkeretaapian Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Sebanyak 30 pelajar asal Jabar mengikuti program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2019 ke Kalimantan Timur. Puluhan siswa tersebut, dilepas oleh Kepala Biro BUMD Investasi Provinsi Jawa Barat dan Asisten Deputi Bidang Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata II Kementerian BUMN.

Kegiatan ini, merupakan rangkaian kegiatan BUMN hadir untuk negeri.  BUMN yang berkolaborasi membuat program ini di antaranya PT Bio Farma, PT LEN, PT Jasa Marga, dan Perum Jasa Tirta II.

Baca Juga

Menurut Asisten Deputi Energi Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Silvester Budi Harjo, program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 17 Agustus. Karena, Meneg BUMN ingin gebyar peringatan 17 Agustus tak hanya dirasakan di kantor gubernur dan kantor pemerintah BUMN.  Tapi, bisa dirasakan hingga ke pelosok.

"Harapannya, bisa menyebar jadi ada siswa dari luar yang datang ke Jabar, maupun ke Papua," katanya.

Sehingga, kata dia, dimana pun masyarakat Indonesia berada maka gebyar 17 Agustus bisa dinikmati semua masyarakat. "Jadi, tak hanya dinikmati masyarakat kota tapi semua  yang ada di pelosok. Biar ada benefitnya nyata program BUMN untuk negeri ini," katanya.

Program SMN ini pun, kata dia, bisa berjalan karena sangat dibantu BUMN masing-masing, Pemerintah Kota Bandung dan Pemprov Jabar serta melibatkan guru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika, Pemprov Jabar memberikan apresiasi luar biasa pada program SMN yang sudah berjalan selama 5 tahun sejak 2015. Seleksi, di lakukan masing-masing perwakilan kabupaten/kota sebanyak 4 orang.

"Tapi yang dipilih dari Kabupaten/kota  satu orang dan ada yang 2. Rincianya, 14 orang dari SMK, 3 orang SLB dan 13 orang SMA," katanya.

Dewi menilai, kegiatan ini sangat bagus untuk untuk memotivasi dan memberikan pembekalan bagi siswa mengenai Indonesia. Yakni, dengan mengenalkan berbagai budaya, enterpreneurship, pengelolaan aset dan lainnya.

"Ini pelajaran luar biasa untuk anak-anak. Diharapkan jumlah pesertanya ke depan bisa lebih banyak karena kan penduduk  Jabar lebih banyak," kata Dewi seraya mengatakan siswa dari Kaltim pun akan datang ke Jabar sebanyak 23 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement