Ahad 14 Jul 2019 04:04 WIB

Jokowi dan Prabowo Bertemu, Ini Reaksinya Megawati

Megawati Soekarnoputri percaya kenegarawanan Prabowo dan kepemimpinan Jokowi.

Rep: Rizky Suryarandika/Febrianto Adi Saputro/ Red: Didi Purwadi
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7).
Foto: Republika/Prayogi
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya menyambut positif pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) pagi. Dalam kesempatan itu, Hasto sekaligus mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP merasa bersyukur atas pertemuan tersebut.

''Bu Mega percaya kenegarawanan Prabowo seperti keyakinannya pada kepemimpinan Jokowi yang bersifat merangkul, berdialog dan berdedikasi bagi bangsa dan negara,'' kata Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (13/7).

Partai berlogo banteng moncong putih ini menilai jika pertemuan itu menjadi ukuran peningkatan kualitas demokrasi nasional. Dengan pertemuan kedua pemimpin, PDIP semakin meyakini bahwa jalan musyawarah demi persatuan Indonesia adalah pembumian penting dari demokrasi Pancasila.

Dia mengatakan pertemuan itu menambah optimisme PDIP terhadap arah masa depan bangsa dan negara. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) ini menyakini pertemuan itu juga menunjukkan jika demokrasi Pancasila bekerja baik sesuai dengan kultur dan untuk kemajuan Indonesia Raya.

Wakil Koordinator bidang Penggalangan Khusus DPP Partai Golkar, Rizal Mallarangeng, juga menyambut baik pertemuan Jokowi-Prabowo. Menurutnya, pertemuan tersebut menunjukkan kematangan demokrasi Indonesia.

''Bagus (pertemuan Jokowi-Prabowo), itu kan sebuah cara untuk menunjukkan demokrasi Indonesia itu demokrasi yang matang dengan segala kelemahan kita yang harus kita perbaiki," kata Rizal di Jakarta, Sabtu (13/7).

Ia mengingatkan bahwa, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar kedua setelah India. Dengan pertemuan tersebut, Rizal yakin bahwa demokrasi di Indonesia akan semakin kuat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement