Rabu 10 Jul 2019 17:59 WIB

Kebakaran Terjadi di Permukiman Padat Penduduk Manggarai

Permukiman padat penduduk di Manggarai Selatan terbakar pada Rabu (10/7)

Rep: Flori Sidebang/ Red: Christiyaningsih
Kebakaran Pemukiman di Manggarai. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dari kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk di Jalan Lebak Swadaya I, Kampung Bali daerah Matraman, Jakarta, Rabu (10/7).
Foto: Fakhri Hermansyah
Kebakaran Pemukiman di Manggarai. Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api dari kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk di Jalan Lebak Swadaya I, Kampung Bali daerah Matraman, Jakarta, Rabu (10/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permukiman padat penduduk di Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan hangus terbakar pada Rabu (10/7). Kebakaran itu terjadi tepatnya di Jalan Lebak Swadaya I, Kampung Bali Matraman RT 12 RW 07.

"Iya kebakaran terjadi di rumah padat hunian," ucap Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Irwan saat dikonfirmasi pada Rabu (10/7).

Baca Juga

Irwan menyebut api menyala sekitar pukul 10.55 WIB. Pihaknya pun menurunkan sekitar 19 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

Saat dihubungi terpisah, Kapolsek Tebet Kompol Eko Mulyadi menyebut dugaan penyebab kebakaran tersebut belum diketahui. Namun berdasarkan laporan sementara, api berasal dari rumah kontrakan yang kosong di sekitar permukiman itu.

"Api diduga berasal dari rumah kontrakan yang kosong. Jadi belum diketahui penyebabnya apakah dari kompor atau korsleting listrik," kata Eko.

Sebanyak 50 rumah diperkirakan habis dilalap si jago merah. Saat ini, pemadam kebakaran tengah melakukan pendinginan di lokasi kejadian. "Info awal 50 mungkin bisa bertambah," imbuhnya.

Eko pun memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun ia mengatakan sekitar 200 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran tersebut. Saat ini warga yang terdampak telah diungsikan ke gedung sekolah dasar (SD) 05 Manggarai.

Di sisi lain, ia pun belum dapat memastikan berapa jumlah kerugian akibat peristiwa itu. "Belum, belum diketahui (jumlah kerugian). Belum dikorelasi dengan RT RW-nya," ujar Eko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement