Jumat 05 Jul 2019 13:41 WIB

Ridwan Kamil Imbau Warga Hemat Air Selama Kemarau

Puncak musim kemarau diprediksi pada September 2019.

Red: Nur Aini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan saat launching Sistem Informasi Sapu Bersih Pungli (Siberli) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (5/7).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan sambutan saat launching Sistem Informasi Sapu Bersih Pungli (Siberli) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (5/7).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk menghemat air selama musim kemarau tiba di tahun ini.

"Untuk yang sifatnya air bersih kita mengimbau agar masyarakat menghemat air," kata Emil seusai meresmikan Sistem Informasi Sapu Bersih Pungli Provinsi Jawa Barat (Siberli) di Gedung Sate Bandung, Jumat (5/7).

Baca Juga

Dia mengatakan berdasarkan keterangan BMKG puncak musim kemarau 2019 akan terjadi di bulan September dan biasanya musim kemarau ini memiliki dua dampak. Dampak yang pertama, kata dia, ialah terhadap suplai air bersih yang biasa digunakan oleh warga dan juga dampak irigasi di pertanian.

"Dan kita sudah punya SOP kepada PDAM di seluruh Jabar untuk menyediakan layanan ekstra di antaranya menjual air yang harganya terjangkau dengan jemput bola. Jadi mendatangi daerah-daerah atau titik warga yang membutuhkan air bersih," kata dia.

Sedangkan, terkait dengan kekeringan yang melanda persawahan, kata Emil, pihaknya telah berkoordinasi dengan PSDA agar memonitor penurunan debit air di sistem irigasi.

"Tolong diatur debitnya tidak sederas musim penghujan. Jadi aliran tetap ada tetapi dengan jumlah volume yang dihemat dan dikurangi kepada yang benar-benar kering," kata dia.

Jika sudah mendesak dan wilayah terdampak kekeringan meluas, kata Emil, pihaknya juga akan mencarikan solusi lain untuk mengatasi kekeringan yakni dengan melakukan rekayasa cuaca.

"Yang tentunya harus dilihat efektivitas karena harganya juga tidak murah tapi bukan tidak mungkin itu jadi solusi untuk daerah daerah yang kondisi ekstrem," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement