Selasa 02 Jul 2019 19:30 WIB

Kemarau, Kasus ISPA Mendominasi di Kota Malang

Data Dinkes Malang: penderita ISPA hingga Mei 2019 sebanyak 5.224 orang.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yudha Manggala P Putra
Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menanti giliran periksa di Puskesmas. Ilustrasi
Foto: ANTARA FOTO/ Feny Selly
Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) menanti giliran periksa di Puskesmas. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling mendominasi selama musim kemarau. Hal ini terjadi di Kota Malang sepanjang 2019.

"Untuk musim kemarau belum ada perubahan tren. Sampai sekarang masih ISPA menempati peringkat satu terkait dengan iklim musim kering," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Dokter Husnul Muarif kepada Republika, Selasa (2/7).

Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, penderita ISPA hingga Mei 2019 sebanyak 5.224 orang. Jumlahnya tersebar sama rata di 19 Puskesmas Kota Malang.

Husnul juga memastikan tidak ada peningkatan penderita ISPA dibandingkan sebelumnya. Kesimpulan ini diungkapkan berdasarkan perbandingan data yang dimiliki di tahun lalu.  Sepanjang 2018 tercatat 78.457 warga Malang menderita ISPA.

Menurut Husnul, penyebaran ISPA tidak lepas dari partikel debu yang banyak di musim kemarau. Udara dengan kelembaban kering mampu mempercepat penyebarannya di masyarakat. Ditambah lagi, mobilitas masyarakat yang cukup tinggi di wilayahnya.

Meski relatif kecil, Kepala Dinkes Kota Malang, Dokter Supranoto mengimbau warga agar cuci tangan dengan sabun setelah keluar rumah. Tak lupa untuk mengonsumsi air putih yang cukup serta makanan bergizi. "Istirahat cukup dan paginya olahraga rutin," tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement