Selasa 18 Jun 2019 21:31 WIB

80 Persen Wilayah Raja Ampat adalah Laut Memesona

Menurut Kadispar 80 persen dari luas wilayah Kabupaten Raja Ampat laut yang memesona.

Seorang wisatawan mancanegara berfoto diri dengan latar belakang pemandangan di Pianemo, Raja Ampat, Papua Barat, Senin (2/11). Untuk menempuh menuju lokasi tersebut dari Waigeo di Waisai (Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat) adalah dua jam perjalanan.
Foto: Antara
Seorang wisatawan mancanegara berfoto diri dengan latar belakang pemandangan di Pianemo, Raja Ampat, Papua Barat, Senin (2/11). Untuk menempuh menuju lokasi tersebut dari Waigeo di Waisai (Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat) adalah dua jam perjalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, WAISAI -- Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, memiliki keanekaragaman hayati di laut dan darat yang luar biasa yang membuat wisatawan tertarik untuk mengunjungi daerah tersebut. Kabupaten yang berdiri pada tahun 2003 dengan luasnya wilayah 46,108 km2 itu terdapat 2.713 pulau kecil dan besar yang indah dan menjadi keunikan tersendiri sehingga banyak dikunjungi wisatawan asing.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat Yusdi Lamatenggo di Sorong, Selasa (18/6), mengatakan bahwa 80 persen dari luas wilayah Kabupaten Raja Ampat adalah laut yang memesona.

Dia mengatakan, laut Raja Ampat sesuai hasil penelitian lembaga-lembaga konservasi terdapat 553 jenis karang dan Raja Ampat adalah rumah dari 70 persen jenis karang yang ada di dunia.

Selain itu, kata dia, di Raja Ampat terdapat 1.456 jenis ikan karang, 699 jenis molusca, 5 jenis penyu, dan 16 jenis mamalia laut atau cetacean sehingga banyak wisatawan menyelam di laut Raja Ampat.

Menurut dia, sebagian besar wilayah Raja Ampat berstatus daerah konservasi. Ada lima kawasan konservasi darat, yakni Cagar Alam Waigeo Barat, Cagar Alam Waigeo Timur, Cagar Alam Batanta Barat, Cagar Alam Salawati Utara, dan Cagar Alam Misool.

Dikatakan, di Raja Ampat terdapat 258 spesies jenis burung yang di antaranya 10 jenis endemik Papua dan 6 spesies sebagai endemik Raja Ampat.

Enam spesies endemik Raja Ampat adalah cenderawasih botak atau wilson bop, cenderawasih merah atau red bop, maleo waigeo atau waigeo brush turkey, raja ampat pitohui, kofiau paradise kingfisher atau cekakak pita kofiau, dan kofiau monarch atau kehicap kofiau.

Ia menambahkan, 6 spesies burung endemik Raja Ampat tersebut terutama cenderawasih yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pencinta alam. Banyak wisatawan pencinta alam datang ke Raja Ampat hanya ingin melihat dan foto burung cenderawasih.

"Pemerintah daerah akan terus mendorong masyarakat agar kekayaan alam anugerah Tuhan ini terus dijaga dan dilestarikan untuk pariwisata berkelanjutan di masa yang akan datang," ujar dia.

Kabupaten Raja Ampat terdapat distrik atau kecamatan, 117 kampung, dan 4 kelurahan. Populasi penduduk mencapai 70 ribu penduduk. Di Raja Ampat juga terdapat satu pulau terdepan, yakni Pulau Fani berbatasan dengan Republik Palau di Pacific.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement