Senin 17 Jun 2019 02:24 WIB

2018, Tingkat Kemacetan Jakarta Menurun Delapan Persen

Jakarta menempati posisi ketujuh dari sebelumnya keempat sebagai kota termacet.

Rep: Mimi Kartika/ Red: Israr Itah
Kemacetan di Jakarta. (ilustrasi)
Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Kemacetan di Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga pengukur tingkat kemacetan kota-kota di dunia, TomTom Traffic Index mengumumkan, tingkat kemacetan DKI Jakarta menurun hingga delapan persen. Imbasnya, Jakarta menempati posisi ketujuh dari sebelumnya keempat sebagai kota termacet di dunia.

Dikutip dari situs resmi TomTom Traffic Index, level kemacetan Jakarta menjadi 53 persen pada 2018 dari angka 61 persen pada 2017. Penurunan sebesar delapan persen inilah membuat Jakarta menjadi kota tingkat penurunan macet paling besar di dunia.

Baca Juga

Disebutkan pula bahwa kemacetan terparah di Jakarta terjadi pada 15 Februari 2018 dengan tingkat kemacetan rata-rata 95 persen. Saat itu, diketahui banjir terjadi di sejumlah Ibu Kota yang memengaruhi lalu lintas di ruas jalan yang menimbulkan kemacetan.

Sementara, tingkat kemacetan paling rendah terjadi pada 18 Juni 2018 dengan tingkat kemacetan hanya delapan persen. Bertepatan dengan tanggal tersebut adalah Hari Raya Idul Fitri, jalanan Ibu Kota lengang karena sebagian besar warga mudik dan meninggalkan Jakarta.

TomTom juga menyuguhkan data bahwa tingkat kemacetan lebih tinggi pada malam hari bersamaan dengan waktu pulang kerja pada Senin-Jumat. Tingkat kemacetan sebesar 88 persen sehingga masyarakat membutuhkan waktu ekstra sekitar 26 menit sampai di tempat dengan mengendarai mobil.

Sementara pada pagi hari, tingkat kemacetan menunjukkan angka 63 persen. Sehingga untuk sampai di tujuan, masyarakat membutuhkan waktu tambahan sekitar 19 menit.

Sedangkan, tingkat penurunan terbaik juga ditunjukkan kota Istanbul, Turki dengan angka enam persen. Akan tetapi, Istanbul masih menduduki ranking keenam (53 persen). Kemudian tingkat penurunan empat persen dialami New Delhi, India yang membawanya berada di posisi empat (58 persen).

Kota termacet di dunia disematkan pada Mumbai, India yang berada di ranking pertama (65 persen). Kemudian, kota termacet lainnya yang berada di 10 besar secara berurutan ialah Bogota- Kolombia (63 persen), Lima-Peru (58 persen), New Delhi-India, Moscow-Rusia (56 persen), Istanbul, Jakarta, Bangkok-Thailand (53 persen), Mexico City-Meksiko (52 persen), dan Recife-Brasil (49 persen).

Sebaliknya, menurut TomTom, kota paling tak termacet di dunia berada di deretan paling akhir ialah Greensboro, Amerika Serikat dengan tingkat kemacetan hanya 9 persen. Dengan tingkat kemacetan yang sama juga dialami Cadiz, Spanyol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement