Selasa 14 May 2019 20:11 WIB

Juru Bicara TKN Respons Penolakan BPN Terhadap Hasil Pemilu

Ace mengatakan penolakan kubu Prabowo jadi pembelajaran buruk dalam demokrasi.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita
Ace Hasan Syadzily
Foto: Republika/Prayogi
Ace Hasan Syadzily

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, merespons sikap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menolak hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia mengatakan, sikap tersebut menunjukkan kubu calon presiden (capres) Prabowo mengulangi sikapnya seperti pada Pilpres 2014.

Saat itu, Ace menerangkan, Prabowo tidak menerima hasil perhitungan KPU yang memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla. "Ini merupakan pembelajaran yang buruk dalam kehidupan demokrasi kita," kata Ace Hasan Syadzily dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/5).

Baca Juga

Dalam demokrasi, Ace menjelaskan, ada prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun bahwa semua pihak harus siap menang dan juga harus siap kalah. Dia mengatakan, itu prinsip dasar dalam kontestasi berdemokrasi.

"Kita harus harus menghormati pilihan rakyat. Mereka telah menentukan pilihannya untuk menjadikan Jokowi-Kiai Ma’ruf sebagai Capres-Cawapres 2019 ini," katanya.

Menurut Ace, seharusnya Prabowo-Sandi malu kepada rakyat. Sebab, dia mengatakan, dalam sebuah survei dinyatakan bahwa 92,5 persen rakyat Indonesia menerima siapapun yang terpilih presidennya. 

"Rakyat sendiri memiliki kesadaran yang tinggi atas prinsip berdemokrasi ini. Justru elit-elitnya yang tidak siap berdemokrasi," kata Ace lagi.

KPU akan mengumumkan hasil resmi Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019. Saat ini, KPU masih melakukan rekapitulasi nasional Pemilu 2019. 

Akan tetapi, Ketua BPN Prabowo-Sandiaga Djoko Santoso menegaskan, BPN akan menolak hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).  "Kami Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga bersama-sama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi, menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Djoko di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement