REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Akbar Jahmianto, putra Tuti Kurnia (39), seharusnya saat ini mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya, SMP Negeri 56 Bandung. Hal tersebut tidak dapat Akbar jalani karena saat ini RS Sariningsih Bandung sejak 25 Maret 2019 karena menderita demam tiroid atau typus.
“Awalnya, anak saya mengalami demam tinggi, hingga nyaris tak sadarkan diri. Saat itu langsung di bawa ke UGD. Setelah dilakukan pemeriksaan lab, dokter bilang positif demam tiroid atau typus. Sedih kalau melihat anak saya sampai sakit,” ungkap Tuti Kurnia.
Tuti menceritakan bahwa sejak dibawa ke UGD rumah sakit, ia memanfaatkan kartu JKN-KIS. Ia pun mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan pera petugas medis dalam menangani anaknya. Tuti pun langsung mengiyakan saat dokter meyarankan Akbar dirawat inap, karena Tuti percaya dokter lebih tahu dan paham kondisi pasien.
“Selama mendapat pelayanan di rumah sakit, kami tidak mengalami kendala apapun. Saya yang selalu stay menjaga Akbar, suami saya tetap tenang menjalankan dinas. Untuk pengobatan, kami percayakan pada JKN-KIS yang selalu jadi andalan keluarga kami. Bersyukur sekali saya, semua proses berjalan lancar. Layanan petugasnya mapun dokternya juga ramah, sehingga saya tidak terus menerus cemas akan kondisi anak saya,” jelas Tuti.
Siapa sangka jika selain sebagai ibu rumah tangga, Tuti juga merupakan salah satu Kader JKN-KIS di Kota Bandung di kelurahan Mekarmulya. Menjadi Kader JKN mebuatnya paham benar apa saja prosedur yang harus ditempuh sehingga biaya perawatan JKN-KIS sang anak dapat dijamin JKN-KIS. Apalagi Tuti termasuk kader yang aktif mencari informasi untuk diteruskan kepada masyarakat binaannya. Meski saat ini harus menemani anaknya di rumah sakit, sebisa mungkin Tuti tetap berkomunikasi dan manyampaikan informasi kepada masyarakat binaannya melalui pesan di grup jejaring sosial yang ia miliki.
“Semoga Akbar cepat sembuh, agar saya dapat menjalankan aktifitas lagi sebagai Kader JKN-KIS. Tidak sia-sia saya menjadi kader, karena selama ini yang biasa kita sampaikan kepada peserta, sekarang malah saya rasakan sendiri manfaatnya. Untuk warga yang belum memiliki jaminan kesehatan, segeralah mendaftar ke Program JKN-KIS. Tidak harus menunggu sakit parah, sakit biasa pun JKN-KIS,” ajak Tuti. (ril)