Rabu 27 Mar 2019 13:07 WIB

Kampanye Terbuka, Mengapa Capres Sambangi Kantong Lawan?

Di kampanye terbuka, capres dan cawapres beraksi di kantong-kantong lawan.

Rep: Rizkyan Adiyudha, Bambang Noroyono/ Red: Elba Damhuri
Jokowi dan Prabowo (ilustrasi)
Foto: Republika
Jokowi dan Prabowo (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pada hari ketiga kampanye terbuka Pemilu 2019, masing-masing pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih beraksi di wilayah yang dimenangkan lawan pada pemilu sebelumnya.

Pada Selasa (26/3) capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Aceh, sedangkan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berkampanye di Bali.

Pada kampanye terbuka di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, kemarin, Jokowi berjanji akan memperpanjang dana otonomi khusus (otsus) bagi daerah istimewa tersebut. Jokowi mengatakan, hal itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan di provinsi ujung Pulau Sumatra tersebut.

"Dengan demikian, Aceh akan menjadi simbol kemajuan di Indonesia bagian barat," kata Jokowi di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (26/3).

Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir dalam kegiatan tersebut. Jokowi mengatakan, pembangunan Tol Sigli-Banda Aceh, yang merupakan bagian dari Tol Trans-Sumatra, menjadi urat nadi bagi Aceh.

Dia mengklaim, akses itu membuka potensi komoditas, ekonomi rakyat, dan sumber daya alam sehingga bisa dinikmati rakyat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh.

"Saya ingin Aceh juga ikut menjadi bagian untuk mewujudkan fondasi menuju Indonesia maju," kata Jokowi.

Dalam kampanye selama 25 menit ini, Jokowi menerangkan banyak hal. Mulai dari permintaan agar warga Aceh tidak percaya dengan berita bohong atau hoaks, rencana pembangunan infrastruktur di Aceh, hingga menjelaskan tiga kartu yang siap diluncurkan, yakni Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar untuk Kuliah, dan Kartu Prakerja.

Sebelumnya, kedatangan Jokowi disambut masyarakat yang menyemut di jalan-jalan yang dilalui. Ketika tiba di lokasi acara, Jokowi dan rombongan disambut tim kesenian Rapa’i. Kesempatan itu juga dimanfaatkan masyarakat dan ulama Aceh untuk menyalami serta berswafoto bersama capres 01.

Setelah pertemuan dengan masyarakat, ulama, dan tokoh partai pendukung itu berakhir, Jokowi dan istri beserta rombongan menuju Bandara Malikussaleh untuk terbang melanjutkan kampanye di Dumai, Riau.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin sejauh ini mengakui, masih ada dua provinsi yang mengalami kendala perolehan suara di Sumatra. TKN mengatakan, kedua daerah tersebut memang merupakan lumbung suara oposisi pada Pemilu 2014 lalu.

"Memang Aceh dan Sumatra Barat yang memang kita masih lemah," kata Juru Bicara TKN Arya Sinulingga, Selasa (26/3).

Pada hari perdana kampanye terbuka, Jokowi juga berkampanye di Banten, provinsi yang dimenangkan lawannya pada Pilpres 2014.

Sementara di Denpasar, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengingatkan pendukungnya tak meladeni setiap usaha dari kelompok manapun yang melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya. Sebaliknya, Prabowo mengajak para relawannya agar membalas fitnah dengan aksi yang lebih terpuji.

“Kalau kita disakiti, kita kesatria. Kita (harus) tegar, tabah. Kita balas dengan budi pekerti,” kata Prabowo di hadapan ribuan masa pendukungnya di Lapangan Kapten Kompyang Sujana, Denpasar, Selasa (26/3).

Prabowo mengatakan, ia tak ingin aksi fitnah dan caci maki yang ditujukan kepadanya dibalas dengan perilaku serupa. “Balaslah dengan kebaikan. Balas dengan senyuman. Jangan menambah keburukan lagi,” kata dia.

Denpasar menjadi kota keempat yang disinggahi Prabowo dalam tahapan kampanye terbuka menuju Pemilu 2019. Di Bali, Prabowo hanya meraih 28 persen suara nasional pada Pilpres 2014. Meski, saat itu Prabowo menggaet Hatta Rajasa sebagai cawapres untuk melawan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.

Dalam orasi politiknya di Bali, Prabowo mengingatkan para pendukungnya agar menahan diri dari setiap ajakan perilaku yang tak produktif. Fitnah terhadapnya, kata dia, sudah terlalu banyak. Namun, Prabowo meyakinkan pendukungnya agar melakukan perlawanan dengan cara-cara yang lebih baik.

“Saya tidak takut difitnah. Dan kita jangan takut diintimidasi. Karena kita berada di jalan yang benar demi membela rakyat,” ujar dia.

Prabowo mengatakan, lebih baik para pendukung bersama dirinya ikut berada di jalan yang sama untuk memberantas banyak persoalan di akar rumput. Salah satu yang ia sebutkan adalah soal kemiskinan dan kelaparan.

“Memberantas kemiskinan dan memberantas kelaparan yang dialami rakyat adalah jalan mulia. Kita tidak perlu khawatir dengan fitnah demi rakyat. Kalaupun kita hancur, itu berarti mulia,” kata Prabowo.

photo
Jokowi: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua TKN Erick Thohir menyambangi warung kopi di pinggir jalan kota Dumai, usai berkampanye di Taman Bukit Gelanggang, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Selasa (26/3) malam.

Ucapannya itu pun ia buktikan sendiri ketika ada sejumlah pendukungnya yang berusaha menyerang pribadi lawan politiknya di pemilu kali ini. Kejadian itu terjadi saat sejumlah peserta kampanye berteriak saat Prabowo menjelaskan tentang seorang pemimpin yang tak mampu menyejahterakan rakyatnya dan memilih jalan kebohongan.

“Tolong, kepada semua pendukung saya. Jangan menyerang pribadi. Kita harus menjunjung tinggi politik yang santun, kampanye yang santun. Dan kita harus saling menghormati,” kata Prabowo menegur para pendukungnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement