Rabu 20 Mar 2019 14:01 WIB

Emil Minta Mendag dan OJK Cari Solusi Terkait Fintech

menurut Ridwan Kamil aturan keberadaan Fintech belum ada dan belum jelas.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Foto: Republika/Edi Yusuf
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, meminta Menteri Perdagangan (Mendag) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencarikan solusi terkait keberadaan financial technology (Fintech). Karena, menurut Ridwan Kamil, banyak masyarakat yang komplain ke dirinya menjadi korban pinjaman online tersebut.

Saat ini, menurut Ridwan Kamil, aturan keberadaan Fintech belum ada dan belum jelas. "Maka saya titipkan mudah-mudahan OJK dan Kementerian Perdagangan bisa mencarikan solusi," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil kepada wartawan, Selasa (20/3).

Menurut Emil, dari laporan yang masuk ke media sosialnya bahkan ada masyarakat yang mau bunuh diri karena merasa dipermalukan. Kalau dulu, orang yang punya utang biasanya akan didatangi debt collector. "Jadi ya mungkin dilokalisir masalahnya orang nggak tahu kan, kalau sekarang ya itunya dilakukan ya mempermalukan. Ini kan bahaya ya, sisi gelap dari digital ekonomi itu ada," paparnya.

Saat ditanya tentang berapa banyak jumlah laporan yang masuk dari korban Fintech, Emil mengatakan, selama ini yang melapor cukup banyak. "Jumlah laporan yang masuk ke media sosial (Medsos) mungkin 20 persen isinya komplain (soal) fintech," katanya.

Emil sendiri, mengaku senang di Hari Konsumen Nasional (Harkonas), Jawa Barat menjadi provinsi terbaik di Indonesia. Jabar, terpilih menjadi yang paling terbaik dalam hal kepedulian terhadap konsumen.

"Intinya kan berarti pemerintah Jabar tahu perdagangan di wilayah yang penduduknya hampir 50 juta ini tiap hari bergerak cepat, ekonomi 5,6 persen, e-commerce-nya naik berlipat-lipat maka saya merasa bangga dengan pencapaian ini," paparnya.

Emil menilai,  ditunjuknya Jabar sebagai tuan rumah Harkonas merupakan puncak kehormatan. Karena, se-Indonesia berkumpul. Yakni, dari mulai Bupati, Walikota sampai gubernur datang ke Bandung.

"Saya tanya tadi satu-satunya nginepnya di hotel mana, oh, berarti ada sumbangan ekonomi kepada Jawa Barat. Jadi sering sering kita bikin agenda," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement