Rabu 13 Mar 2019 07:27 WIB

Isu Surat Suara dari Cina, Mahyudin: Itu Terlalu Menyesatkan

Menurut Mahyudin, bangsa Indonesia terlalu mudah berburuk sangka kepada orang lain.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita
Wakil Ketua MPR Mahyudin.
Foto: dok. Humas MPR
Wakil Ketua MPR Mahyudin.

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH GROGOT -- Wakil Ketua MPR Mahyudin menanggapi cicitan Andi Arief terkait isu adanya surat suara dari Cina yang didistribusikan ke Kulon Progo, DIY dengan truk bertuliskan huruf kanji Jepang. Menurutnya Mahyudin, cicitan tersebut terlalu menyesatkan.

"Saya kira itu terlalu menyesatkan. Andi Arief mau didengarkan, ngapain kita mendengarkan Andi Arief," kata Mahyudin di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, Selasa (12/3).

Menurutnya bangsa Indonesia terlalu mudah berburuk sangka kepada orang lain. Ia pun mempertanyakan kapasitas Andi menyampaikan hal tersebut.

"Jangan terlalu didengerin, jangan mau diprovokasi, mana mungkin ada surat suara dari Cina, nggak masuk akal," tutur politikus Partai Golkar itu.

Sebelumnya, isu soal surat suara di Kulonprogo tersebar di media sosial. Salah satu yang mengungkapkan info tersebut yakni Andi Arief dalam cuitannya.

"Ini sudah dilaporkan ke KPU melalui seorang wartawan. KPU meminta membantu mencari data tentang ini, kapan dan di mana. Tugas KPU dan kita semua mencari kebenaran," tulis Andi dalam akun Twitter-nya. 

Belakangan diketahui, klaim surat suara dari Cina itu keliru. Truk kontainer itu tidak bertuliskan aksara Cina, melainkan huruf kanji Jepang. 

Truk itu menurunkan logistik di Kabupaten Kulonprogro, DIY. Truk itu dikirim pemenang lelang pencetakan surat suara yang berada di Kota Solo, Jawa Tengah, yakni konsorsium PT Temprina Media Grafika. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement