Sabtu 18 Mar 2023 13:31 WIB

Bamsoet: Saya Meyakini Ada Dua Kubu Bertarung di Pilpres

Meski saat ini ada tiga koalisi, Bamsoet yakin hanya ada dua kubu di Pilpres 2024

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan, saat ini koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mulai terkristalisasi menjadi beberapa kubu. Setidaknya, saat ini sudah ada tiga poros koalisi yang sudah resmi dibentuk oleh partai politik.
Foto: Republika/Nawir Aryad Akbar
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan, saat ini koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mulai terkristalisasi menjadi beberapa kubu. Setidaknya, saat ini sudah ada tiga poros koalisi yang sudah resmi dibentuk oleh partai politik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengatakan, saat ini koalisi untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mulai terkristalisasi menjadi beberapa kubu. Setidaknya, saat ini sudah ada tiga poros koalisi yang sudah resmi dibentuk oleh partai politik.

Pertama adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kedua adalah Koalisi Perubahan yang telah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres).

Terakhir ada Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sampai saat ini belum menentukan sikapnya, meskipun telah memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

"Kalau bicara soal calon, paling tidak sekarang ada beberapa kristalisasi, ada PDIP, ada KIB, ada Perubahan, ada Kebangkitan Indonesia Raya, tapi saya kok meyakini ada dua kubu yang bertarung," ujar Bamsoet kepada wartawan, Jumat (17/3) malam.

Bamsoet sendiri merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, yang juga tergabung dalam KIB. Adapun Partai Golkar sendiri mendorong sang ketua umum, Airlangga Hartarto untuk maju pad pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Sehingga kalau KIB biarlah biar berunding antara Pak Airlangga, dari PPP, dan Pak Zul itu berunding, itu bukan domain saya. Saya Wakil Ketua Umum Partai Golkar, kecuali nanti kalau udah jadi ketua umum, beda," ujar Bamsoet.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F Paulus mengatakan bahwa pembicaraan capres dan calon wakil presiden (cawapres) masih sangat dinamis. Bahkan, ia menyebut bahwa saat ini belum ada capres yang pasti akan maju pada Pilpres 2024.

"Sekarang saya mau tanya siapa yang sudah pasti? Siapa yang sudah pasti," ujar Lodewijk di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (23/3).

Saat ini, baru Anies Baswedan yang dinyatakan secara resmi sebagai bakal capres dari Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, ia menyebut apakah ada kepastian bahwa Anies akan menjadi capres pada kontestasi nasional mendatang.

"Apakah itu (Anies sebagai capres) sudah pasti? Itu saya tanya. Apakah sudah pasti? Ya namanya masih matching, pengen nyari-nyari itu pasti berproses terus. Kita tunggu saja," ujar Lodewijk.

Ia mengatakan, proses tersebut juga masih terjadi kepada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ungkapnya, saat ini ketiga partai masih membicarakan visi dan misi bersama. "Saya katakan KIB itu punya chapter-chapter yang harus dibahas lah. Chapter sekarang kita bicara visi-misi," ujar Wakil Ketua DPR itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement