Ahad 03 Mar 2019 14:40 WIB

Pemprov Jabar akan Buat Imbauan ASN Dinas Menggunakan BIJB

hal ini dilakukan untuk menggenjot frekuensi jumlah penumpang di BIJB Kertajati.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Gita Amanda
Suasana Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat yang masih sepi setelah enam bulan beroperasi. Padahal fasilitas dan bangunan yang dibuat sudah bertaraf internasional seperti Terminal 3 Bandara Soetta.
Foto: Republika/Rahayu Subekti
Suasana Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat yang masih sepi setelah enam bulan beroperasi. Padahal fasilitas dan bangunan yang dibuat sudah bertaraf internasional seperti Terminal 3 Bandara Soetta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan menyusun surat imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jawa Barat di wilayah Pantai Utara (Pantura), agar menggunakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dalam melaksanakan perjalanan dinas mereka yang menggunakan pesawat  terbang. Menurut Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, hal ini dilakukan untuk menggenjot frekuensi load factor atau penumpang di Kertajati.

"Mudah-mudahan bisa mencapai 85 persen bahkan lebih," ujar Iwa di Gedung Sate, akhir pekan lalu.

Baca Juga

Untuk diketahui, load factor atau keterisian penumpang baru dikisaran 20-25 sementara akhir pekan sekitar 50 persen. Iwa mengatakan, kebijakan tersebut dibuat sebagai upaya mereka meramaikan bandara dengan memobilisasi wilayah Pantura. Dengan surat imbauan tersebut, ia berharap akan menjadi bagian dari sosialisasi pelayanan Bandara untuk masyarakat yang telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2018 itu.

Sementara menurut Division Head Airport and Performance PT BIJB Ari Widodo, sebenarnya ada hal yang utama yang harus diperhatikan untuk mendongkrak load factor di BIJB. Pertama adalah dukungan pemerintah daerah dan pengusaha. Misalnya seluruh ASN di jabar diharapkan perjalanan dinas terbangnya lewat BIJB. "Itu dukungan secara langsung,"katanya.

Menurut Ari, dukungan tidak langsungnya, yaitu menciptakan keramaian dengan membuat kegiatan-kegiatan rutin dengan skala nasional maupun internasional seperti Banyuwangi Festival. Serta, mempercepat akselerasi tujuan wisata dan percepatan aksebilitas pembangunan jalan yang terkoneksi dengan bandara misalnya tol Cisumdawu.

"Kalau Cisumdawu sudah jadi, dari Bandung ke Kertajati cukup 45 menit. Sekarang orang dari Bandung mikir-mikir dulu kalau mau ke sini,"katanya

Upaya terakhir, kata dia yaitu amenitis. Karena, di Majalengka saat ini cukup jauh dari kota misalnya untuk ke hotel maupun ke rumah sakit yang memadai. "Itu yang perlu harus dibangun karena itu syarat-syarat yang disampaikan airline perushaan penerbangan,"katanya.

Ari mengusahakan, jika perusahaan penerbangan akan masuk ke sebuah daerah mereka akan menanyakan fasilitas hotel dan lainnya untuk antisipasi kenyamanan dan keamanan proses penerbangan."Semisal ada delay itu harus diinapkan. Dengan adanya hotel itu orang tenang,"katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement