Ahad 03 Feb 2019 16:48 WIB

Purwakarta Siapkan 28 Hektare untuk Budidaya Sorgum

Sorgum bisa digunakan sebagai pengganti beras.

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Sorgum
Foto: Republika/M Akbar
Sorgum

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Kabupaten Purwakarta, siapkan lahan seluas 28 hektar untuk budidaya sorgum. Rencananya, tanaman yang masuk dalam famili Poaceae tersebut, akan ditanam di Kecamatan Sukasari. Adapun pengelolanya, melibatkan badan usaha milik desa (BUMDes).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, Panda Dinata, mengatakan, budidaya sorgum ini merupakan program pemerintah pusat. Yakni, dikerjasamakan dengan BUMDes. Adapun alokasi anggarannya, sekitar Rp 1,5 miliar.

"Untuk Purwakarta, kebagian dua program. Yaitu, program budidaya sorgum serta budidaya padi," ujar Panda, kepada Republika.co.id, Ahad (3/2).

Akan tetapi, karena desa tak memiliki lahan yang luas, maka untuk merealisasikan program ini dengan menggandeng pihak Perhutani. Di Kecamatan Sukasari, ada lahan Perhutani yang cukup luas. 

Karena itu, untuk budidaya sorgumnya akan dilakukan di lokasi yang berada di wilayah sebrang Waduk Jatiluhur. Alasan dipilihnya bahan pangan sorgum, lanjut Panda, karena tanaman itu merupakan bahan pangan serba guna. Dari mulai biji hingga akarnya ada manfaatnya. Yakni, bijinya bisa dijadikan bahan pangan pengganti padi.

Sorgum juga mengandung karbohidrat. Selain itu, batang pohonnya bisa dijadikam bahan baku gula. Serta, ampasnya bisa dijadikan pakan ternak. Dengan begitu, sorgum adalah tanaman yang sangat ekonomis.

Nantinya, lanjut Panda, tanaman tersebut akan dikelola oleh BUMDes. Mulai dari pra tanam, panen sampai pascapanen. Termasuk, pasarnya sudah tersedia. 

"Pasarnya juga sudah ada. Jadi, tinggal realisasi tanamnya," ujar Panda.

Sementara itu, Camat Sukasari Jaya Pranolo, membenarkan, jika ada program budidaya sorgum di wilayahnya. Sebagian, masyarakat Sukasari sudah tak asing lagi dengan tanaman ini. Sebab, dulunya pernah ada sejarah petani menanam sorgum.

"Kalau warga sini, menyebutnya gandrung, bukan sorgum," ujarnya.

Menurut Jaya, informasinya budidaya sorgum ini akan melibatkan petani. Adapun petani yang sudah didata, mencapai 80 jiwa. Pihaknya berharap, program ini akan segera terealisasi dengan segera.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement