Sabtu 26 Jan 2019 01:17 WIB

Fahri Hamzah Dukung Ahok tak Langsung Kembali ke Politik

Fahri menilai Ahok lebih baik menikmati masa kebebasannya dulu.

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengurus administrasi pembebasan dirinya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (24/1).
Foto: Instagram/@basukibtp
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengurus administrasi pembebasan dirinya di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (24/1).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyarankan agar Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tidak langsung terjun ke kancah politik nasional. Menurutnya, Ahok lebih baik menikmati masa kebebasannya dulu.

"Janganlah, paling tidak pak BTP ini sosialisasi nama dulu, sosialisasi istri dulu, honey moon dulu, itu dulu. Janganlah (berpolitik) kasianlah Jangan ditarik-tarik ke politik dulu," kata Fahri di Kompleks Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (25/1).

Fahri mengaku sempat mendengar kabar bahwa Ahok akan menekuni dunia bisnis hingga menjadi presenter televisi. Menurutnya, dua opsi itu lebih sesuai bagi Ahok setelah menghirup udara kebebasan setelah menjalani hukuman dua tahun.

"Politik itu kejam. Kalau tidak betul-betul siap jangan masuk politik dulu. Saya dengar dia mau jadi presenter mau bisnis dulu, itu saja dulu jangan politik dulu," kata Fahri lagi.

Ahok didakwa dengan Pasal 156 huruf a KUHP atas penodaan agama dan divonis dengan hukuman penjara selama 2 tahun per 9 Mei 2017. Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Selama menjalani hukuman, Ahok telah menerima remisi Natal pada tahun 2017 selama 15 hari, remisi 17 Agustus selama 2 bulan, dan remisi Natal 2018 selama 15 hari dengan total remisi 3 bulan 15 hari.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement