Kamis 03 Jan 2019 02:20 WIB

Penanganan Buih di Kali Sentiong Harus Hulu ke Hilir

Anies akan berbicara dengan pemerintah pusat terkait deterjen ramah lingkungan.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari
Petugas PPSU membersihkan Kali Item/ Kali Sentiong yang ditutupi jaring di kawasan Wisma  Atlet, Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (5/10).
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Petugas PPSU membersihkan Kali Item/ Kali Sentiong yang ditutupi jaring di kawasan Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan penanganan buih atau busa yang timbul di Kali Sentiong, di wilayah Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara harus ditangani sejak dari hulu dan hilir. Penanganan buih harus diselesaikan sejak dari hulu, yaitu pencegahan deterjen keras kepada masyarakat.

“Jadi menurut saya penting untuk menyelesaikan di hulunya sehingga masalah ini kan menarik perhatian,” jelas Anies di Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1).

Baca Juga

Dia mengatakan, adanya limbah rumah tangga yang turun menuju sungai-sungai dan kali adalah problematika yang dialami di seluruh wilayah di Indonesia. Apa yang terjadi di Kali Item dan Kali Sentiong Jakarta Utara yaitu berbuih, dikarenakan adanya sumur pompa.

Sementara di sungai-sungai di wilayah lain di Indonesia tak memiliki pompa. Sehingga, buih-buih pun tak muncul akibat pompa yang bergerak menimbulkan buih.

Sehingga, hal pertama yang akan Anies lakukan untuk penanganan buih yang timbul di Kali Sentiong adalah dengan mengatur mengenai pengaturan deterjen di tingkat rumah tangga. Pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato dan juga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengenai pengaturan deterjen.

“Jadi langkah yang kita lakukan, satu, saya akan mengatur untuk bisa bicara dengan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan agar ada regulasi yang lebih baik yang menyangkut deterjen di Indonesia sehingga rumah tangga, industri menggunakan produk yang ramah lingkungan,” jelas dia.

Sebab, bila tidak, dan penanganan hanya ada di hilirnya, yaitu penanganan air limbah, maka pencemaran kali atau sungai akan terus berlangsung di Indonesia, terutama di DKI Jakarta. Maka, deterjen yang digunakan masyarakat Indonesia pun masih akan tetap deterjen bertipe keras, yang dapat mencemari lingkungan.

Dia juga bersyukur, Jakarta sangat disoroti mengenai lingkungan yang tercemar. Sehingga, pihaknya pun bisa segera melakukan penanganan. Hal itu, kata dia, kecil kemungkinannya dialami oleh wilayah yang lain di Indonesia

“Ini kan menarik perhatian karena Alhamdulillah di Jakarta ada banyak media yang memperhatikan. Bayangkan di daerah yang tidak memotret, tidak ada yang mengekspos bukan berarti tidak ada masalah,” jelas Anies.

Sebelumnya, Kali Sentiong terlihat muncul buih atau busa putih yang sangat masif. Hal itu dikarenakan adanya pergerakan pompa yang memicu buih muncul pada air di Kali Sentiong yang memiliki kandungan deterjen sangat tinggi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement