Kamis 29 Nov 2018 19:03 WIB

Wali Kota Tangerang Targetkan 2019 Bebas Banjir

Arief mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan membuat lubang biopori.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ani Nursalikah
Seorang ibu menggendong anaknya yang akan berangkat ke sekolah menembus banjir di Perumahan Ciledug Indah 1, Tangerang, Banten.
Foto: Antara
Seorang ibu menggendong anaknya yang akan berangkat ke sekolah menembus banjir di Perumahan Ciledug Indah 1, Tangerang, Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menargetkan kotanya harus bebas banjir pada 2019. Menurut dia, 33 titik banjir di Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir harus bisa dituntaskan.

Ia mengatakan, titik banjir di Kota Tangerang yang tadinya berjumlah 33 titik dan hanya tersisa dua titik pada 2018. "Pada 2019 akan betul-betul teratasi seluruhnya," kata dia, Rabu (28/11).

Ia mengklaim, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan antisipasi dan kesiapsiagaan dari seluruh jajaran serta instansi terkait dalam menangani segala kemungkinan bencana. Apalagi ketika memasuki musim penghujan.

Ia menegaskan, Pemkot terus melakukan pembangunan tanggul, turap, tandon, sumur resapan, rumah pompa, hingga penjajakan inovasi dengan Jepang untuk teknologi Rainwater Harvesting System dalam menanggulangi bencana banjir. Bahkan, pemkot telah menyiagakan dapur umum dari Kodim dan patroli dari Polres semua peralatan siap siaga.

"Mudah-mudahan tetap aman dan kondusif," kata dia.

Terkait genangan air yang terjadi di beberapa titik saat hujan turun, Arief mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan membuat lubang biopori. Menurut dia, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan bebas banjir.

"Mudah-mudahan, Insya Allah mohon doanya. Karena lebih baik kita mengantisipasi daripada tanpa kesiapan apapun saat bencana datang tiba-tiba," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement