REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI – Sebanyak 9.000 mahasiswa baru Universitas Sina Sarana Informatika (UBSI) dilantik oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristesdikti, Prof Intan Ahmad PhD. Ia didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UBSI, Suharyanto MKom.
“Pelantikan tersebut dilaksanakan di BSI Convention Center, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (16/9), bersamaan dengan kegiatan Seminar Motivasi (Semot),” kata Direktur Universitas BSI (UBSI), Naba Aji Notoseputro dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (18/9).
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof Ainun Na’im PhD, MBA menyerahkan SK Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kepada Pengurus Yayasan Bina Sarana Informatika, Efriadi Salim yang didampingi Naba Aji Notoseputro.
Prof Ainun Na’im mengatakan, penggabungan 21 akademi BSI menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) merupakan kebijakan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk penyederhanaan suatu kampus sehingga lebih efesien.
“Selain mengurangi biaya, efisiensi ini juga menguntungkan masyarakat. Beban yang ditanggung lembaga atau masyarakat jadi lebih rendah. Dana yang ada bisa digunakan untuk kepentingan akademik. Dengan fasilitas pendidikan yang dimilikinya akan membuat mahasiswa bisa berkarir dengan baik nantinya di dunia pekerjaan,” katanya.
Naba menambahkan, perubahan Akademi BSI menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) merupakan upaya dalam menghadapi persaingan di era Revolusi Indutri 4.0. dengan meningkatkan status perguruan tinggi (PT), kualitas sistem pendidikan serta kompetensi lulusannya. Perubahan ini akan memberikan manfaat kepada seluruh civitas BSI, baik mahasiswa, dosen maupun lulusannya.
“Lulusan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) nantinya akan lebih mudah untuk melanjutkan pendidikan pada tingkat strata satu. Karena ke depannya UBSI akan memiliki empat fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dari empat fakultas tersebut, kami kembangkan 19 program studi (prodi) ,” ujar Naba Aji Notoseputro.