Ahad 02 Sep 2018 22:43 WIB

Pengamat: Demokrat Berdiri di Dua Kaki

Partai Demokrat seolah membiarkan kadernya mendukung Jokowi-Maruf.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Reiny Dwinanda
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai Partai Demokrat akan berdiri di dua kaki dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya, banyak kader Partai Demokrat yang mendukung pasangan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Secara de jure, Partai Demokrat memang mengusung pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, Ari melihat secara praktik, tokoh-tokoh utama Demokrat di daerah mendukung pasangan pejawat.

Ari memantau sampai sekarang Demorkat belum ambil keputusan resmi nasib kadernya (yang mendukung Jokowi-Ma'ruf). "Kalau nanti diambangkan, tidak ada putusan definitif, kuat dugaan partai Demokrat semacam bermain dua kaki," kata dia kepada Republika.co.id, di Jakarta, Ahad (2/9).

Menurut Ari, Demokrat seolah menitipkan kader utamanya di tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Dengan begitu, siapapun pasangan yang menang dalam Pilpres 2019, Demokrat merasa punya saham politik di kubu Prabowo-Sandiaga maupun Jokowi-Ma'ruf.

Ari menilai, strategi berdiri di dua kaki akan semakin nyata jika ke depan Demokrat tidak bersikap tegas pada kader yang menyebrang. "Dari awal memang kita duga Demokrat setengah hati di koalisi Prabowo-Sandi. Mereka cari aman bermain di dua kubu," kata dia.

Ari mengatakan, strategi berdiri di tengah ini sebenarnya sama dengan posisi Partai Demokrat pada Pilpres 2014. Ketika itu, Partai Demokrat memilih untuk abstain dalam Pilpres 2014.

Namun, sikap itu tidak bisa lagi dilakukan pada Pilpres 2019. "Mau tidak mau harus mendukung salah satu kubu, tapi secara riil Partai Demokrat mengambil posisi di tengah," ujar Ari.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Seokarwo dan Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf. Padahal, keduanya merupakan kader Partai Demokrat yang mengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf. Terakhir, pada Sabtu (1/9), Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar diperkenalkan sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement