Selasa 08 May 2018 10:10 WIB

Angkot Bandung Timur Kondusif di Tengah Seruan Mogok Massal

Supir angkot menerima imbauan untuk mengikuti demo dan mogok massal.

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Didi Purwadi
Truk TNI berjaga untuk antisipasi mogok massal angkutan umum di Bunderan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (8/5).
Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Truk TNI berjaga untuk antisipasi mogok massal angkutan umum di Bunderan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (8/5).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aksi demo dan mogok masal angkutan umum se-Jawa Barat tidak mempengaruhi angkot yang berada di kawasan Bandung timur. Demo tersebut merupakan keberatan atas tidak terlaksananya Permenhub 108 Tahun 2017 dan Peraturan Gubernur Jawa Barat tahun 2017PM 108/2017 tentang kuota untuk angkutan khusus nomor 550/kep 1064-dishub/2017.

Dalam pantauan Republika.co,id pukul 08.00 WIB di Bunderan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (8/5), angkot trayek Cicaheum-Cileunyi dan Cibiru-Cicadas masih beroperasi. Beberapa truk TNI yang disiagakan untuk mengangkut calon penumpang pun terpantau masih terparkir.

Salah satu supir angkot, Usep (43), mengaku telah menerima imbauan untuk mengikuti demo dan mogok massal. "Itu dibebasin mau ikut atau engga. Saya ikut demo, tapi ngga ikut mogok," katanya saat ditemui di Bunderan Cibiru, Kota Bandung.

Dia beralasan tidak ikut mogok karena tidak ada pemasukan selain menjadi supir angkot. "Malah nyiksa diri, kasihan keluarga, kasihan penumpang," lanjutnya.

Pengguna angkot, Elita, mengaku sudah mengetahui jika supir akan melakukan mogok. Karyawan swasta ini biasa menggunakan angkot untuk pulang dari tempat kerjanya di kawasan Soekarno Hatta. "Pulang kalau angkot mogok, ya paling nebeng atau naik bis," katanya santai.

Dia menuturkan, tidak khawatir jika angkot akan mogok hingga tanggal 11 Mei mendatang. Namun, ada informasi bahwa angkot Bandung tidak mengikuti mogok massal. "Kalau benar mogok, ya paling bawa motor atau naik bis," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement