Senin 07 May 2018 00:17 WIB

Samad Dijadwalkan Hadiri Deklarasi Jadi Capres Hari Ini

Deklarasi mengusung Abraham Samad direncanakan digelar di 34 provinsi.

Abraham Samad
Foto: Istimewa
Abraham Samad

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (AS) dijadwalkan akan menghadiri deklarasi atas dorongan sukarelawan AS maju sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pemilu 2019. Deklarasi ini akan digelar di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 7 Mei 2018.

"Insya Allah saya hadir dalam deklarasi itu. Sebetulnya saya tidak tahu-menahu ada deklarasi yang akan dilaksanakan relawan AS di beberapa daerah di Indonesia," ujar Abraham saat bertemu kerabatnya di Makassar, Ahad (6/5).

Meskipun adanya dorongan tersebut, dirinya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan sukarelawan untuk menjadi kontestan pada pilpres nanti.

"Dukungan dan amanah yang diberikan kepada saya tentu akan menjadi semangat untuk kita sama-sama mengupayakan membangun bangsa ini bisa lebih baik," paparnya.

Rencana deklarasi awalnya akan digelar pada Jumat (4/5) di Anjungan Pantai Losari, Makassar. Namun, pada hari yang sama, Abraham juga mengikuti acara deklarasi sukarelawan AS di Palembang untuk menjadi bakal capres mendatang.

Sementara itu, Panglima Pejuang AS for Indonesia, Djusman AR, menuturkan bahwa rencana deklarasi tersebut akan dihadiri ribuan orang dari beberapa elemen organisasi dari kalangan lembaga swadaya masyarakat, penggiat antikorupsi, akademisi, mahasiswa, komunitas aliansi perempuan, dan pekerja, termasuk undangan masyarakat umum.

"Deklarasi ini terbuka untuk umum. Semua masyarakat bisa ikut ambil bagian. Pak Abraham juga berharap warga ikut menyaksikan deklarasi ini," papar Djusman.

Koordinator Forum Komunikasi Lintas (Fokal) Sulawesi itu menyebutkan, Makassar dan Sulawesi Selatan menjadi kota deklarasi setelah Palembang (Sumatra Selatan) dan Padang (Sumatra Barat). Rencananya deklarasi ini akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia.

"Deklarasi ini adalah murni dorongan teman-teman dan masyarakat menyikapi persoalan bangsa hingga akhirnya memilih Pak Abraham. Terus terang ini inisiatif kami sebab Pak Abraham awalnya tidak mengetahui ada deklarasi seperti ini," ujarnya.

Menurut Djusman, Abraham dipilih karena dikenal sebagai sosok yang getol memberantas serta memerangi perilaku korupsi di Indonesia. Sehingga, wajar bila tokoh nasional asal Sulsel ini dipilih sebagai alternatif capres yang mumpuni.

"Kalau sosok AS bukan hanya tokoh nasional, tapi sudah menjadi tokoh di ASEAN. Ada beberapa negara di Asia telah memberikan penghargaan, termasuk membuat patungnya, karena dinilai sebagai tokoh penegak hukum serta keadilan," ujar Djusman.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement