Kamis 26 Apr 2018 17:26 WIB

Ponpes Terbakar di Ciamis Diduga Akibat Korsleting Listrik

Beruntung ketika kebakaran berlangsung, tidak ada santri di dalam kamar.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah
ilustrasi Kebakaran
Foto: pixabay
ilustrasi Kebakaran

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Insiden kebakaran melanda bangunan kobong (kamar) Pondok Pesantren Al Fadliliah di Dusun Cibeunying Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat, Kamis siang (26/4). Beruntung ketika kebakaran berlangsung, tidak ada santri yang tengah berada di dalam kobong.

Salah satu saksi sekaligus pengasuh Ponpes Al Fadliliah Cibeunying, Nasihin mengungkapkan awalnya melihat ada asap muncul sekitar pukul 11.00 WIB. Namun ia menduga hanya asap dari pembakaran sampah. Tetapi ternyata api semakin membesar. "Awalnya tidak curiga itu kebakaran, pas pertama lihat saat sedang tiduran melihat ada asap tapi masih sedikit. Dikira ada yang sedang membakar sampah. Tapi lama-lama malah semakin membesar, warga pun berteriak kebakaran," katanya di lokasi kejadian.

Ia menyebut terdapat 64 kobong santri laki-laki yang terbakar. Hanya saja, baru 32 kobong terisi dengan total 74 santri. Para santri tengah berkegiatan saat kebakaran terjadi. "Alhamdulilah enggak ada santri yang lagi di dalam kobong. Saat kejadian santri lain yang ada di pesantren langsung panik dan menyelamatkan diri, khawatir api terus membesar dan merembet ke ruangan lain," ujarnya.

Ia menduga api berasal dari konsleting listrik di ruangan kobong santri. Untuk penelusuran lebih lanjut, anggota Polres Ciamis diterjunkan ke lokasi. "Dari listrik bisa saja korslet," ucapnya.

Diketahui, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam oleh satuan pemadam kebakaran Pemkab Ciamis yang tiba di lokasi. Kebakaran menyisakan gedung dalam kondisi hangus. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement