Sabtu 21 Apr 2018 23:15 WIB

Ulama Palembang Dukung Kesuksesan Asian Games

Upaya menyukseskan agenda kebangsaan dan pembangunan perlu secara gotong-royong.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ratna Puspita
Suasana Monas sesaat setelah Presiden Jokowi memulai countdown (hitung mundur) Asian Games 2018 di Jakarta, Jumat (18/8) malam.
Foto: REPUBLIKA/Fitriyanto
Suasana Monas sesaat setelah Presiden Jokowi memulai countdown (hitung mundur) Asian Games 2018 di Jakarta, Jumat (18/8) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ulama Palembang mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan dihelat di Palembang dan Jakarta pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ulama palembang menyatakan siap mendukung kesuksesan pesta olahraga antarnegara di asia tersebut. 

"Salah satu bahasan penting dalam silaturrahim Panglima TNI bersama Kapolri (Jenderal Tito Karnavian_ dengan ulama Sumsel adalah terkait upaya menjaga stabilitas di tahun politik dan tahun Asian Games 2018. Panglima, Kapolri dan ulama Sumsel bertekad sukseskan Asian Games degan sama-sama menjaga stabilitas dan suasana kondusif," ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) Hery Haryanto Azumi, Sabtu (21/4).

Ulama sekaligus Wakil Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang KH Mal'an Abdullah mengaku senang dengan penyelenggaraan silaturrahim tersebut. Ia ingin sinergi kebangsaan antara TNI, Polri dan ulama terus dilakukan. 

Sebab, semua punya tujuan dan harapan yang sama, yakni ingin mensukseskan segala pembangunan bangsa demi terciptanya kesejehtaraan bersama. "Kami mengaku senang. Silaturrahim ini perlu terus berlanjut. Kita semua punya tujuan dan komitmen kebangsaan yang sama," ujar KH. Mal'an Abdullah.

Mantan Rais Syuriyah PWNU Sumsel KH Muhammad Mudarris mengaku ingin silaturrahim tersebut lebih intens dilakukan. "Ini positif. Perlu secara intens dilakukan," kata KH. Muhammad Mudarris yang juga memimpin doa dalam pertemuan tersebut. 

Sementara itu, Wakil Ra'is Syuriah PCNU Banyuasin KH Muhammad Yusuf mengatakan upaya menyukseskan segala agenda kebangsaan dan pembangunan perlu dikerjakan secara gotong rotong. Dia mengatakan semua perlu bersinergi, termasuk pemerintah membutuhkan ulama dan ulama juga membutuhkan pemerintah.

"Sinergi pemerintah dan ulama merupakan sebuah keniscayaan. Semua saling terkait. Pemerintah butuh ulama dan ulama juga butuh pemerintah," jelasnya.

Bersama Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Panglima TNI dan Kapolri menggelar konsolidasi internal sekaligus silaturrahim ke sejumlah ulama di lima titik. Yakni di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement