REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Gempa bumi 4,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Banjarnegara, Rabu (18/4), mengakibatkan kerusakan ratusan bangunan rumah dan fasilitas umum (fasum) warga. Kendati begitu PT PLN (Persero), memastikan gempa bumi -- yang berpusat di 52 kilometer sebelah utara Kebumen -- ini tidak sampai merusak infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak.
"Sehingga, pasokan listrik untuk wilayah terdampak gempa ini tidak mengalami gangguan," ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin yang dikonfirmasi di Ungaran.
Menurutnya, pasokan listrik untuk wilayah Banjarnegara yang terkena gempa tidak ada masalah. Bahkan, jaringan maupun tiang-tiang listrik pun tidak ada yang rusak. "Kalau ada gempa, ada sinyal-sinyal kita diterima dari sana (wilayah terdampak) ke pusat kontrol. Alhamdulillah pascagempa Banjarnegara ini enggak ada masalah sama sekali," katanya.
Amir mengatakan, pasokan listrik ke wilayah terdampak gempa bumi ini masih aman. Hanya saja infrastruktur dari jaringan ke rumah warga yang terdampak yang jamak mengalami kerusakan. Karena beberapa bangunan ada yang roboh dan rusak berat sehingga membutuhkan upaya perbaikan.
"PLN akan berupaya membantu perbaikan agar aliran listrik ke rumah warga di lokasi gempa dapat normal kembali," tambahnya, di sela menerima kunjungan Menteri ESDM, Ignasius Johan di Area Pengatur Beban (APB) Jawa Tengan dan DIY, di Ungaran.
Seperti diketahui, gempa bumi 4,4 SR yang terjadi di darat dirasakan oleh sebagian warga Kebumen, Kabupaten Banjarnegara serta sebagian Kabupaten Pekalongan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mencatat dua korban tewas dan ratusan rumah rusak akibat terdampak gempa bumi ini.